Bupati Sumbawa Canangkan BBGRM XIII di Kecamatan Alas

oleh -2 views

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN HUMAS DAN PROTOKOL KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, SR (04/05/2016)

Gerakan Nasional Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIII Tahun 2016 di Kabupaten Sumbawa dicanangkan, Rabu (4/5). Pencanangan yang dipusatkan di Desa Kalimango Kecamatan Alas ini ditandai dengan Pemukulan Gong oleh Bupati Sumbawa. BBGRM yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-44 ini dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, Ketua DPRD beserta Wakil Ketua DPRD, Ketua TP PPK Kabupaten, Kapolres, Dandim, Kajari, para Asisten, staf ahli bupati, kepala SKPD, camat dan kepala desa, serta 400 peserta BBGRM.  Pencanangan ini diawali dengan  dengan penanaman pohon di Simpang Alas.

Bupati Sumbawa bersama anggota Forkopimda tanam pohon
Bupati Sumbawa bersama anggota Forkopimda tanam pohon

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril, B.Sc mengatakan bahwa gotong-royong merupakan intisari dari pancasila. Karena itu Ia berkeyakinan bahwa tanggung jawab untuk membangun bangsa ke depan harus dilakukan dengan cara musyawarah dalam memutuskan dan gotong-royong dalam bekerja. Kekuatan rakyat Indonesia ini adalah gotong royong, dan kekuatan masyarakat Sumbawa juga salah satunya adalah gotong royong atau yang dikenal dengan “basiru sabalong desa” yakni secara bahu-membahu menyelesaikan berbagai hambatan dan tantangan ke depan. “Gotong royong bukan hanya jiwa bangsa namun juga sekaligus modal sosial dalam menghadapi masa depan yang semakin kompleks. Untuk itu gotong royong harus kita maknai bukan hanya sebagai slogan, sebatas kata-kata, atau bahkan jargon melainkan harus diaktualisasikan dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Diakui Bupati memang tidak mudah untuk menjalankan semangat gotong-royong di tengah-tengah kecenderungan kehidupan yang makin individualistis, dan kompetitif. Masih banyak yang bekerja sendiri-sendiri dibandingkan bekerja bersama-sama. “Ego sektoral lebih menonjol dibandingkan sinergi dan kerjasama. Inilah yang perlu saya ingatkan pada hari ini,” tukasnya.

Dalam lima tahun ke depan, ungkap Bupati, pemerintahan Husni—Mo, bertekad dan berikhtiar bersama mewujudkan masyarakat Sumbawa yang berdaya saing, mandiri, dan berpribadian berlandaskan semangat gotong-royong. Tekad mulia yang didasari semangat gotong-royong ini mutlak harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat Sumbawa guna mencapai kesuksesannya. Karenanya Bulan Bhakti Gotong Royong merupakan momentum bagi semua pihak untuk mengingatkan tentang arti penting gotong-royong. “Kita perlu menanamkan semangat gotong royong kepada anak-anak kita, kepada generasi muda kita, sebab merekalah pemegang tongkat estafet masa depan bangsa dan daerah ini. Semangat gotong royong memang harus ditanamkan sejak dini dalam proses pendidikan anak-anak kita, dalam kehidupan keluarga dan lainnya. Generasi muda senantiasa bermusyawarah dalam memutuskan dan gotong royong dalam bekerja. Untuk itulah semangat gotong-royong harus diajarkan melalui kegiatan praktik yang nyata dan bukan sekedar wacana,” pintanya.

Baca Juga  Tambang Galian C di Buin Pandan Berizin, DLH Kembali Turun Lapangan  
Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc
Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc

Melalui BBGRM yang dicanangkan pada hari ini Bupati berharap berbagai program pembangunan pemerintah dan masyarakat baik kabupaten, kecamatan maupun desa/kelurahan dapat terlaksana dengan baik dan mendapat dukungan maksimal dari berbagai elemen masyarakat dan lembaga kemasyarakatan. Hal ini sebagaimana tema sentral BBGRM Tahun 2016 ini yaitu “dengan bulan bhakti gotong royong kita dayagunakan peran lembaga kemasyarakatan desa sebagai mitra pemerintah desa,”. Tema ini sangat sinergis dengan fungsi desa yang semakin besar untuk mengelola dan menentukan arah pembangunan sumber pembiayaan yang besar digelontorkan oleh pemerintah maupun pemerintah daerah kepada pemerintah desa. Yang pada akhirnya tujuan dari Nawacita ke-3 yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, akan terwujud.

Di bagian lain Bupati HM Husni Djibril, menyinggung Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-44. Peringatan itu merupakan upaya terus menerus menggelorakan gerakan PKK yang bertujuan untuk mengingatkan semua pihak akan peran keluarga terutama ibu atau peran perempuan dalam membangun keluarga yang sehat dan sejahtera. “Keluarga yang kuat membuat kita bisa membangun masyarakat, membangun bangsa untuk maju dan sejahtera, membangun masyarakat Sumbawa yang hebat dan bermartabat,” cetusnya.

Untuk itulah, Ia atas nama pemerintah daerah menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para ibu dan kaum perempuan, para penggiat PKK di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa yang tanpa lelah dan dengan penuh semangat telah melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. Capaian-capaian Tim Penggerak PKK, baik tingkat kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan, dusun, RW/RT yang selama ini telah dikerjakan membuatnya yakin dan ingin melihat PKK di masa mendatang tumbuh sebagai sebuah gerakan dan menjadi ujung tombak dalam melaksanakan program-program prioritas pemerintah.

BBGRM foto bersamaSejalan dengan hal tersebut ada 3 poin penting dalam mendorong partisipasi dan gotong royong masyarakat menuju kepada kemandirian dan daya saing Kabupaten Sumbawa. Yaitu, BBGRM dan HKG PKK diharapkan mampu menjadi embrio guna membangun karakter masyarakat Sumbawa yang lebih kuat. Karakter terdiri dari dua bagian. Pertama, karakter moral, sesuatu yang sering dibicarakan. Karaker moral itu antara lain adalah nilai pancasila, keimanan, ketakwaan, integritas, kejujuran, keadilan, empati, dan sopan santun. Kedua, karakter kinerja adalah kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan. “Kita ingin kegiatan BBGRM dan HKG PKK ini mampu menumbuhkan kedua bagian karakter ini secara seimbang. Kita tak ingin masyarakat Sumbawa menjadi masyarakat yang bukan pekerja keras. Keseimbangan karakter baik ini akan menjadi pemandunya dalam menghadapi perubahan yang begitu cepat di segala lingkungan,” imbuhnya.

Baca Juga  Rektor UTS Lepas Mahasiswa Fateta ke Bangkok

Sinergi menjadi sesuatu yang penting sebagai suatu semangat guna menumbuhkan keterkaitan antar sektor, antar wilayah, antar stakeholder maupun keterkaitan dalam sama membangun Sumbawa yang hebat dan bermartabat. “Harus kita sadari bahwa Kabupaten Sumbawa masih membutuhkan banyak pembiayaan untuk melaksanakan pembangunan. Untuk itulah sinergi kegiatan antara desa dengan kecamatan dan kabupaten, mampu dilanjutkan dan disingkronkan dengan pemerintah yang lebih tinggi,” ujarnya seraya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Alas, Pemerintah Desa Kalimango serta seluruh masyarakatnya yang telah berperan sangat besar dalam menyukseskan BBGRM XIII dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-44 tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2016.

Kepala BPM PD Sumbawa, Tarunawan S.Sos
Kepala BPM PD Sumbawa, Tarunawan S.Sos

Sebelumnya, Camat Alas, Lukmanuddin S.Sos menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kabupaten yang menunjuk Kecamatan Alas sebagai pusat pelaksanaan BBGRM dan HKG PKK Tahun 2016 ini. Kepercayaan tersebut membangkitkan semangat gotong-royong masyarakat yang selama ini  kian memudar. Dengan semangat ini juga membangkitkan kesadaran masyarakat khususnya di Kecamatan Alas untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehingga di masa mendatang mampu melahirkan generasi sehat dan cerdas.

Sementara Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Sumbawa, Tarunawan S.Sos juga mengakui jika saat ini gaung gotong-royong semakin meredup. Karena itu melalui BBGRM ini gaung gotong-royong kembali menggema sebagai salah satu kearifan lokal. Namun untuk eksistensinya semangat dan kegiatan ini harus ada landasan hukum yang kuat di daerah. Sebab sampai sekarang Sumbawa belum memiliki kebijakan baik dalam bentuk peraturan bupati (Perbup) maupun Peraturan Daerah (Perda). “Ini menjadi PR yang harus dipikirkan untuk direalisasikan,” pungkasnya.(JEN/SR*)

 

bankntb DPRD DPRD