Soal Pemecatan, Abi Mang Dkk Lapor Polisi

oleh -7 views
Abi Mang bersama tim pengacaranya dan Wakapolres Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (03/05/2016)

Surat pemecatan Dr. Drs. Arahman Alamudy SH M.Si (Abi Mang), Agus Salim dan Abdul Haji SAP–tiga kader Golkar Sumbawa berbuntut proses hukum. Pasalnya Abi Mang dkk terpaksa melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian Polres Sumbawa, Selasa (3/5). Didampingi kuasa hukumnya, mereka mengajukan pengaduan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik.

Ditemui SAMAWAREA di Polres Sumbawa, Kuasa Hukumnya, Rofik Ashari SH MH menjelaskan, surat  pengaduan yang dilayangkan ke Kapolres Sumbawa intinya tentang adanya dugaan tindak pidana menggunakan surat yang diduga tidak sesuai aslinya, dan dugaan pencemaran nama baik. Setelah diteliti surat yang dikirimkan FR mengandung unsure tindak pidana. Di antaranya surat itu menggunakan stempel dan ada kop DPD Partai Golkar Kabupaten Sumbawa. Padahal Ketua Partai Golkar Kabupaten Sumbawa yang sah adalah Abi Mang selaku kliennya. “Seharusnya Bapak A Rahman Alamudy (Abi Mang) yang berhak menggunakan setempel dan kop DPD Golkar Sumbawa,” kata Rofik.

Ia berharap pengaduannya ini dapat ditindaklanjuti secara serius oleh jajaran kepolisian. Ia menyakini bahwa Polres Sumbawa sangat professional. “Kami sudah menjelaskan semua tentang materi pengaduan sebagai bahan atau masukan bagi pihak kepolisian untuk mengungkap dugaan tindak pidana,” ucap Rofik seraya berharap langkah hokum tersebut dapat menyelesaikan permasalahan yang ada.

Doktor Abi Mang bersama Wakapolres Sumbawa Kompol Yuyan Priatmaja SIK dan Kasat Intelkam.
Doktor Abi Mang bersama Wakapolres Sumbawa Kompol Yuyan Priatmaja SIK dan Kasat Intelkam.

Ditambahkan Doktor Abi Mang bahwa dirinya masih memegang otoritas sebagai Ketua DPD Golkar Sumbawa hasil Munas Riau. Menurutnya, surat pemecatan atas diri dan beberapa kader Golkar lainnya di Kabupaten Sumbawa terdapat kejanggalan. Selain SK dari DPP itu ditandatangani Plt Ketua Umum Golkar, juga suratnya tertanggal 8 Januari namun baru diberikan kepadanya April 2016. Ia menduga kuat ada unsure pencemaran nama baik. Karena itu langkah hokum ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi orang yang dengan sengaja atau tidak sengaja menyebarkan fitnah di masyarakat yang dikhawatirkan akan menimbulkan konflik yang lebih luas. Untuk mencegah hal ini Abi Mang menilai langkah hokum sebagai solusi.

Baca Juga  Patroli, Tim Sabhara Temukan Puluhan Liter Arak

Terkait dengan kemelut di tubuh Golkar yang berujung adanya surat pemecatan atas dirinya, dianggap sebagai dinamika politik. “Setinggi dan sebesar apapun gelombang, saya sebagai politisi harus bisa berselancar. Dibanting kanan dan dibanting kiri itu sudah biasa dan hal yang biasa-biasa saja bagi seorang politisi,” ujar politisi yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Sumbawa beri’tibar.

Namun yang diadukan ini menyangkut harga diri, reputasi dan kehormatan yang harus diperjuangkan dalam kerangka kebenaran. “Saya yakin polisi akan bertindak professional dan proporsional dalam menangani laporan ini,” demikian Abi Mang. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD