Oknum Polisi Tersangka Ilegal Logging Diduga Kabur

oleh -6 views
Kasi Pidum Feddy Hantyo Nugroho SH, dan Kasi Datun, Benny SH

Alasan Ganti Baju Saat Dilimpahkan ke Kejaksaan

SUMBAWA BESAR, SR (02/05/2016)

SUP—oknum polisi yang menjadi tersangka kasus illegal logging di kawasan Hutan Gili Ngara RTK 79 wilayah Desa Olat Rawa Kecamatan Moyo Hilir, hingga kini dalam pencarian. Pasalnya oknum yang bertugas di Polres Sumbawa tersebut diduga mengelabui pihak kejaksaan dan PPNS gabungan Dinas Kehutanan Sumbawa dan Pemprov NTB, saat hendak dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sumbawa, Senin (5/2) sore tadi. Pelimpahan itu dilakukan menyusul berkas perkara kasus illegal logging tersebut telah dinyatakan lengkap (P21).

Informasi yang diserap SAMAWAREA di Kantor Kejaksaan Negeri Sumbawa, sebelumnya Tim Kejaksaan Tinggi NTB bersama PPNS dari Dinas Kehutanan Sumbawa dan Kehutanan NTB, melimpahkan berkas perkara kasus illegal logging beserta enam orang tersangka yaitu SY, SK, TR, RA dan AR—kelimanya adalah sopir truk pengangkut kayu ilegal, serta SUP—yang diduga terlibat dalam aksi illegal tersebut. Selama proses penyidikan berlangsung kelima sopir truk ditahan, sedangkan oknum polisi ini mendapat perlakuan berbeda karena tidak ditahan. Ketika hendak pelimpahan, oknum polisi ini dihubungi dan secara kooperatif datang ke kantor kejaksaan. Namun saat itu dia datang mengenakan pakaian seragam polisi lengkap. Mengetahui dia hendak ditahan, SUP meminta kebijakan untuk pulang ganti baju. Tanpa curiga sedikitpun, SUP diijinkan pulang. Namun setelah lama ditunggu, SUP tidak kembali. “Saat itu belum ada penyerahan tersangka, sehingga belum menjadi kewenangan kami, karena pemberkasan serah terima belum sempat diproses,” kata Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sumbawa, Feddy Hantyo Nugroho SH yang dihubungi tadi malam.  Karena oknum polisi itu tidak kembali, kejaksaan hanya menerima lima tersangka lainnya yang kemudian dititipkan di Lapas Sumbawa.

Baca Juga  Pulang Cek Proyek Rusunawa, Dua Pejabat PUPR Sumbawa Dikeroyok

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK mengaku tengah berada di Mataram mengikuti acara kedinasan sehingga belum menerima laporan mengenai hal itu. “Coba nanti saya cek,” kata Kapolres. Sementara Kasat Reskrim, AKP Tri Prasetiyo mengakui telah menerima laporan lisan mengenai kaburnya oknum polisi yang menjadi tersangka illegal logging. Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan memerintahkan Tim Buser untuk melakukan pencarian. Namun hingga kini SUP belum ditemukan, meski kediamannya sudah didatangi.

Seperti diberitakan, oknum polisi itu tertangkap bersama lima sopir truk yang mengangkut kayu dari Hutan Gili Ngara oleh TNI dari Kodim 1607 Sumbawa.  SY, SK, TR, RA dan AR—lima sopir truk ini dijerat pasal 83 ayat 1 huruf b Jo pasal 12 huruf e undang-undang RI nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan. Sementara oknum anggota polisi tersebut dijerat pasal 83 ayat (1) huruf b jo pasal 12 huruf e UU RI No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD