Ada Praktek Ilegal di Pasar Seketeng

oleh -6 views
Drs H Naziruddin, M.Si

Jukir Sewakan Lokasi, Petugas Pasar Pungut Berlebih  

SUMBAWA BESAR, SR (29/04/2016)

Tim Penertiban Pasar Seketeng Kabupaten Sumbawa menemukan beragam praktek ilegal yang selama ini terjadi di pasar terbesar daerah ini. Hal tersebut diakui Koordinator Tim, Drs H Naziruddin M.Si saat ditemui SAMAWAREA, Jumat (29/4).

Hasil investigasi yang dilakukan tim, terungkap adanya perjanjian di bawah tangan antar pedagang untuk mengalihkan lokasi dagangannya. Ditengarai juga juru parkir (jukir) menyewakan lahan parkirnya untuk pedagang. Sebab tukang parkir merasa dirugikan karena areal parkirnya dijadikan tempat berdagang, sehingga pendapatan mereka berkurang. “Jadi ada setoran pedagang kepada juru parkir sebagai bentuk kompensasi atas penggunaan lahan parkirnya,” kata Haji Nazir—akrab mantan Kadiskoperindag Sumbawa ini. Tak hanya itu lanjut Haji Nazir, petugas pasar menarik retribusi kepada para pedagang di luar pasar melebihi jumlah yang ditetapkan aturan. “Mereka pungut 5000 rupiah, padahal seharusnya retribusi itu hanya 2000 rupiah,” katanya.

Semua praktek tersebut tidak boleh terjadi lagi. Semuanya harus mengacu pada aturan yang telah ditetapkan. Karena itu pihaknya akan melakukan penertiban dengan melakukan pendataan pedagang agar jelas pemasukan retribusinya, serta mengevakuasi pedagang untuk ditempatkan di dalam pasar tepatnya di lokasi yang telah disediakan. Dan yang perlu diketahui lagi, tegas Haji Nazir, tidak ada pungutan retribusi selama proses evakuasi pedagang berlangsung. Persoalan ini sudah disampaikannya kepada Wakil Bupati Sumbawa. “Memang resikonya ada pengurangan penerimaan retribusi untuk beberapa hari, tapi ke depannya kita harapkan normal kembali,” ujarnya.

Baca Juga  Mitan Langka, DPRD Desak Bentuk Tim Terpadu

Penempatan pedagang baru ke dalam pasar tidak dilakukan secara asal-asalan melainkan system pengundian guna menghindari adanya perebutan lahan. Lahan yang disediakan untuk pedagang ini memiliki ukuran yang seragam yaitu 1 X 2 meter. Selama ini petugas melakukan pungutan retribusi dengan system pukul rata, sehingga pungutan untuk pedagang yang memiliki lahan kecil sama dengan pedagang yang memiliki lahan lebih luas. “Semua permasalahan itu diharapkan tuntas hingga 16 Mei mendatang,” demikian Haji Nazir. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.