PT SJR Minta Dukungan Masyarakat dan Pemerintah

oleh -86 views

SUMBAWA BESAR, SR (20/04/2016)

Direktur Operasional dan Hubungan Eksternal PT Sumbawa Juta Raya (PT SJR), Edi Prihanto menyatakan bahwa perusahaannya siap melakukan penambangan emas di wilayah Kecamatan Ropang Kabupaten Sumbawa. Untuk mendukung kesiapan itu, perusahaan yang 80 persen sahamnya dikuasai PT Pamapersada Nusantara dan sisanya saham PT Bahtera Samudera Abadi dan PT Sumbawa Mineral Abadi masing-masing 10 persen, PT SJR telah mengantongi Ijin Produksi.

Pada Sosialisasi Pelaksanaan Kegiatan Operasi Produksi PT SJR di Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (20/4) tadi, Edi—sapaan akrabnya, memberikan penjelasan kronologis investasi perusahaannya di daerah ini. Diawali Tahun 2007 mengantongi Kuasa Penambangan (KP) Eksplorasi No. 2128 Tahun 2007. Dua tahun kemudian (2009) mengantongi Ijin Usaha Penambangan (IUP) Eksplorasi No. 1106/2009 atas nama PT Union Coal Indonesia. Pada tahun 2011 terjadi perubahan kepemilikan dari PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) ke PMA (Penanaman Modal Asing) dari PT Union Coal Indonesia ke PT United Gold Resources yang kemudian diikuti dengan terbitnya IUP Eksplorasi pada Tahun 2014. Setahun berikutnya (2015) kembali terjadi perubahan kepemilikan dari PMA ke PMDN. Kepemilikan dari PT United Gold Resources menjadi milik tiga perusahaan nasional yaitu PT Pamapersada Nusantara, PT Bahtera Samudera Abadi dan PT Sumbawa Mineral Abadi. Tiga perusahaan ini membentuk PT SJR.

Dokumen perijinan yang sudah diperoleh PT SJR adalah surat ijin lingkungan eksploitasi (Surat Kelayakan Lingkungan dari Gubernur NTB (SK-KL) dan persetujuan AMDAL dari BLH Propinsi). Surat Persetujuan Studi kelayakan (Feasibility Study), surat ijin Penciutan Wilayah dari 10.030 hektar lokasi eksplorasi menjadi 8.697,53 Ha (acuan luasan di IUP OP), Surat Pertimbangan Teknis dan Evaluasi atas PIPIB dan IPPKH dari Dinas Kehutanan, serta Surat IUP Operasi Produksi tertanggal 2 September 2015. “Jika dibandingkan, luas lahan PT SJR 8.697,53 hanya 10 persen jika dibandingkan dengan jumlah yang dimiliki PTNNT di Sumbawa yang mencapai 87.540 hektar,” sebutnya.

Baca Juga  Rehab Kantor Lurah Uma Sima Pasti Tahun 2016

Lebih jauh dijelaskan Edi, bahwa potensi cadangan atau hasil optimasi PT SJR tersebar di empat blok yaitu Pengulir Utara, Pengulir Selatan, Zona 3 dan Sebunga, dengan total mencapai 369.941 ounce emas. Potensi cadangan ini sangat sedikit atau hanya sekitar 1,2 persen bila dibandingkan dengan potensi PTNNT di Sumbawa yang mencapai 30 juta ounce . “Jumlah produksi emas per tahun PT SJR berkisar 50-60 ribu ons per tahun. Jumlah produksi ini jauh lebih kecil dibandingkan jumlah produksi tambang PTNNT selaku perusahaan tambang terbesar di Sumbawa yang mencapai 331 ribu ons per tahun,” ungkapnya.

Edi juga memaparkan rencana operasional dan perencanaan man power PT SJR. Saat PT SJR telah menyelesaikan tahap I yaitu eksplorasi, dan kini memasuki tahap kedua pra konstruksi. Dalam tahap kedua ini pihaknya telah melakukan studi persiapan infrastruktur, sosialisasi rencana aktivitas, pengembangan organisasi, persiapan man power yaitu perencanaan dan rekruitmen, serta persiapan alat (equipment). Setelah tahap kedua ini selesai dilanjutkan ke tahap 3 yaitu konstruksi. Di masa ini mulai dilakukan mobilisasi alat dan pembangunan dermaga sementara, lalu konstruksi akses jalan, land clearing, pembangunan dermaga permanen, pengembangan infrastruktur (workshop, mess, gudang bahan peledak, warehouse, tempat penyimpanan BBM), pengembangan pabrik pengolahan, pengembangan tailing dan pengembangan water dam.

Berlanjut ke tahap 4. Pada tahap ini, PT SJR merekrut karyawan, operasional dermaga, pengangkutan ore ke stockpile, proses ore, penanganan limbah (tailing), operasional office, workshop dan infrastruktur, operasional water dam, dan operasional genset. “Untuk pabrik pengolahan PT SJR tidak menggunakan mercury,” kata Edi di hadapan pimpinan DPRD Sumbawa, Asisten Perekonomian dan para kepala SKPD, LSM, tokoh masyarakat dan insane pers.

Baca Juga  Delegasi PT Freeport Indonesia Kunjungi DPMPTSP NTB

Disinggung mengenai pemberdayaan masyarakat, Edi Prihanto mengatakan akan merekrut tenaga kerja mulai tahun ini dan secara bertahap hingga 2017. Meliputi tenaga kerja persiapan infrastruktur dengan membangun mess, kantor, workshop, gudang, dan waduk untuk tailing. Kemudian tenaga kerja produksi tambang untuk operator alat berat, mekanik alat berat dan petugas gudang. Selanjutnya, tenaga kerja untuk plant prosesing seperti operator proses pengolahan dan mekanik proses pengolahan. “Tahap awal tenaga kerja yang kami butuhkan 75 orang, lalu 100, 200, 200, turun 100 lalu 50 orang. Semakin lama semakin kecil menyusul kegiatan pertambangan sudah berkurang,” ulasnya.

Kerjasama dengan UNSA

Bagaimana dengan program CSR (Corporate Social Responsibility) ? menurut Edi, PT SJR telah menjalin kerjasama dengan Universitas Samawa (UNSA) yang difasilitasi Distamben. Lingkup kerjasama ini adalah kegiatan pemetaan social dan kebutuhan pengembangan di masyarakat sekitar lokasi perusahaan. Dari pemetaan ini menghasilkan program pengembangan masyarakat di bidang Capacity Building yang meliputi pengembangan industry pertanian, peternakan, UMKM, dan industry rumah tangga. Selain itu perusahaan bersama pemerintah daerah perlu menyusun roapmap praktis pemberdayaan dan pengembangan UMKM di wilayah sekitar tambang baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

Karenanya untuk keamanan dan kelancaran investasi serta pengembangan proyek SJR di Kabupaten Sumbawa ini, Edi berharap dukungan dari seluruh instansi pemerintah dan masyarakat sehingga tujuan dari para stakeholder dapat terwujud. “Kami berharap instansi terkait juga mengawal proyek ini agar sesuai dengan undang-undang yang dituangkan dalam dokumen AMDAL,” demikian pungkasnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.