PT SJR Hasilkan 60 Ribu Ons Emas Per Tahun

oleh -52 views

SUMBAWA BESAR, SR (20/04/2016)

PT Sumbawa Juta Raya (SJR) baru saja menyelesaikan kegiatan eksplorasinya. Saat ini perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa ini akan melaksanakan kegiatan pra rekonstruksi. Namun demikian pihak PT SJR sudah mengestimasi potensi cadangan atau hasil optimasi kandungan tambang yang tersebar di empat blok yaitu Pengulir Utara, Pengulir Selatan, Zona 3 dan Sebunga.

Direktur Operasional dan Hubungan Eksternal PT Sumbawa Juta Raya (PT SJR), Edi Prihanto dalam sosialisasinya menyebutkan potensi cadangan emas yang akan ditambang PT SJR mencapai 369.941 ounce emas. Potensi ini tersebar di lahan seluas 8.697,53 hektar hasil penciutan wilayah eksplorasi seluas 10.030 hektar. Cadangan emas ini tentu sangat sedikit jika dibandingkan dengan cadangan yang dimiliki PTNNT di Sumbawa mencapai 30 juta ons emas. “Potensi cadangan kami hanya sekitar 1,2 persen dari potensi PTNNT,” ungkapnya.

SJR Sosialisasi 2Demikian dengan jumlah produksi emas PT SJR berkisar 50-60 ribu ons per tahun. Jumlah produksi ini jauh lebih kecil dibandingkan jumlah produksi tambang PTNNT selaku perusahaan tambang terbesar di Sumbawa yang mencapai 331 ribu ons per tahun. Dengan potensi di lahan terbatas ini, berpengaruh terhadap masa penambangan. Jika dikalkulasikan potensi cadangan emas PT SJR hanya bisa ditambang selama 6—7 tahun.

Namun demikian Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc berharap agar keberadaan PT SJR dapat memberi manfaat ekonomi dan sosial yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Tana’ Samawa. PT SJR juga diharapkan berkonstribusi dalam mempercepat pengembangan wilayah, mendorong kegiatan ekonomi masyarakat/pengusaha kecil dan menengah serta mendorong tumbuhnya industri penunjang pertambangan, baik di wilayah sekitar tambang maupun bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa secara keseluruhan. Yang tidak kalah pentingnya adalah tetap memperhatikan masalah lingkungan agar pengelolaannya ditangani dan dikelola secara bijaksana, nyata dan bertanggung jawab. Dalam rangka terciptanya pembangunan berkelanjutan, kegiatan usaha pertambangan harus dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip lingkungan hidup, transparansi, dan partisipasi masyarakat. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  PETANG Turun Tangan Bantu Korban Gempa Lotim