Kades Labuan Aji Ngaku Ada Kesepakatan Tapi Sudah Dianulir

oleh -79 views

Terkait Polemik Lahan 90 Hektar di Dusun Setema

SUMBAWA BESAR, SR (15/04/2016)

Kepala Desa Labuan Aji Pulau Moyo Kecamatan Badas, Suhardi membantah jika dirinya menjadi biang dari persoalan tanah yang berlokasi di Dusun Setema. Diakuinya sebelum tanah seluas 90 hektar itu terjual kepada investor, digelar pertemuan yang dihadiri Ketua BPD, semua unsur desa termasuk tiga kepala dusun yakni Kadus Arung Santek, Kadus Brang Kua dan Kadus Setema, serta Alwi—orang yang menjadi penghubung antara warga dan investor. Pertemuan ini dilakukan karena lahan yang akan dibeli investor tersebut belum memiliki alas hak secara hukum atau belum ada pemiliknya. Akhirnya muncul kesepakatan hasil penjualan tanah ini dibagi rata untuk semua warga di tiga dusun. Namun ketika dia mencari informasi di Pemda Sumbawa ternyata lahan 90 hektar ini sudah dalam penguasaan 60 orang warga Setema yang dibuktikan dengan adanya rekomendasi Bupati Sumbawa Tahun 2013. Terhadap kejelasan status tanah ini, dirinya selaku Kades memanggil dua orang perwakilan warga, Zulkarnain dari Dusun Arung Santek dan Junaidin dari Brang Kua. Ia menyampaikan kepada dua perwakilan ini jika kesepakatan dalam rapat tersebut sudah salah. Keputusan itu harus dianulir, dan meminta keduanya dapat mencari solusi dari kesepakatan yang sudah terlanjur diputuskan saat rapat sebelumnya. Setelah beberapa lama, dua perwakilan itupun menawarkan agar warga Arung Santek dan Brang Kua mendapat dana Rp 1 milyar. “Saya setuju dan meminta agar tawaran baru itu disampaikan kepada warga oleh masing-masing perwakilan,” kata Kades Suhardi.

Baca Juga  Pemda Sumbawa Bakal Gugat XL
Dusun Brang Kua, Desa Labuan Aji
Dusun Brang Kua, Desa Labuan Aji

Setelah dana Rp 1 M itu cair dan sudah diterima warga dari masing-masing dusun, ternyata muncul tuntutan baru. Warga dua dusun ini kembali menuntut Rp 2 miliar. “Ini yang membuat saya bingung, dan tak habis pikir. Saya menduga dua perwakilan tidak menjelaskan persoalan itu kepada warga, makanya muncul tuntutan baru,” ujar Suhardi, seraya mengaku tidak mengetahui jika tuntutan itu memicu terjadinya kasus pembakaran bungalow dan pengrusakan alat berat milik investor.

Seperti diberitakan, harga tanah seluas 90 hektar ini mencapai Rp 3,15 miliar. Untuk pembayaran tanah melalui dua tahap yakni pertama Rp 2,15 M yang sudah diberikan kepada 60 kepala keluarga warga Dusun Setema melalui rekeningnya masing-masing. Sisanya Rp 1 M akan dibayar kemudian. Sampai sekarang Rp 1 M itu belum diterima warga Setema. Informasinya Rp 1 M itu diberikan kepada 197 warga dua dusun, Arung Santek dan Brang Kua. Kini warga Setema menuntut agar sisa dana itu diberikan kepada mereka selaku pihak yang berhak menerimanya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.