Percepat KTM Labangka, Nakertrans Gelar Rapat Kelompok Kerja

oleh -10 views

SUMBAWA BESAR, SR (14/04/2016)

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa kembali mengelar Rapat Kelompok Kerja Kota Terpadu Mandiri Labangka. Bertempat di ruang rapat Lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa, Kamis(14/4), kegiatan yang dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs H Muhammading M.Si ini bertujuan untuk percepatan terwujudnya Labangka Komplek. Hadir dalam rapat ini di antaranya Kepala Bappeda Sumbawa Ir. H. Iskandar D, Mec., Dev yang juga Ketua Pokja KTM Labangka, perwakilan dari Kementerian Transmigrasi RI dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Ir Supriatna M.Si, Kasubdit Evaluasi Perkembangan Permukiman dan Kawasan, Drs. Sri Supriyono, MM, Kasubdit Kemitraan Kelembagaan Pemerintah Dit Promosi dan Kemitraan, Kepala SKPD, Camat Labangka, Camat Palmpang dan Camat Maronge.

KTM Labangka 1Dalam laporannya Ketua Pokja KTM Labangka Ir. H. Iskandar D. M.Ec.Dev menyampaikan bahwa pengembangan wilayah transmigrasi diarahkan untuk mewujudkan pusat pertumbuhan baru sebagai kawasan perkotaan baru. Sedangkan lokasi permukiman transmigrasi diarahkan untuk mendukung pusat pertumbuhan yang telah ada atau yang sedang berkembang sebagai kawasan perkotaan baru. Untuk luas wilayah kawasan pembangunan dan pengembangan KTM Labangka adalah 46.590 Ha meliputi 3 kecamatan yakni Labangka, Plampang dan Maronge dengan 51.079 jiwa. Untuk itu diperlukan aksesibilitas jalan lintas Labangka lebih dari satu sehingga dapat mendukung lalulintas jagung yang merupakan komoditi andalan Kecamatan Labangka. Infrastruktur di Kecamatan Labangka yang telah ada merupakan akses penunjang. Khusus kepada Camat Labangka, Ande—sapaan akrabnya menekankan agar terus mengawasi penggunaan anggaran desa oleh kepala desa, karena terciptanya Labangka Komplek ini memerlukan kerjasama setiap stakeholder baik pusat, daerah hingga desa.

Baca Juga  Ijin Tidak Terbit, 500 Sapi Terlantar di Karantina, Gubernur Turun Tangan

KTM LabangkaHal senada disampaikan Bupati Sumbawa diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. H. Muhammading, M.Si, bahwa Program KTM bagian dari kebijakan dan strategi yang bersifat lintas sektor dan multidisiplin. Dalam manajemen pelaksanaannya membutuhkan koordinasi, sinkronisasi dan integrasi yang sangat intensif dengan lintas sektor terkait. Untuk itu dibutuhkan pengorganisasian dan tata kelola yang baik agar berhasil guna dan berdaya guna dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan. Lebih lanjut dikatakan, pelaksanaan pembangunan dan pengembangan KTM dilakukan secara bersama dan terpadu oleh pemerintah, badan usaha/swasta dan masyarakat. Transmigrasi pada dasarnya memiliki makna sebagai upaya untuk menciptakan daya dukung terhadap pembangunan sosial dan ekonomi serta terciptanya peluang investasi untuk mengembangkan pola kegiatan usaha dan komoditas unggulan. “Kami berharap melalui rapat ini, ada kesepahaman daalm mewujudkan pembangunan dan pengembangan kawasan KTM Labangka secara terprogram, terintegrasi, berkelanjutan dan akuntabel,” demikian Muhammading. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.