Ziarah Tambora Upaya Membangkitkan Semangat Tambora  

oleh -1 views

SUMBAWA BESAR, SR (13/04/2016)

Ritual Ziarah Tambora yang menghubungkan manusia dengan tuhannya merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari sebuah kejadian nyata dan besar. Ziarah Tambora dalam mengenang 200 tahun letusan Gunung Tambora oleh para seniman Sumbawa dan unsur Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) untuk mengenang betapa dahsyatnya letusan mampu merubah wajah dunia. Ritual yang dipimpin Sekretaris LATS, Syukri Rahmat ini berlangsung khidmat. Diawali dengan membawa bendera kerajaan Sumbawa. Para peziarah ini melakukan longmarch dengan membawa seluruh bendera negara-negara yang terkena imbas dari letusan Gunung Tambora. Iringan peziarah inipun tiba di sebuah bukit padang savanna yang berhadapan langsung dengan Gunung Tambora. Satu per satu bendera ditancapkan dan di tengahnya bendera merah putih dan bendera macan putih yang merupakan bendera Kesultanan Sumbawa.

Ritual Tambora 2 Ritual Tambora 1

Suasana ritual ini cukup hening. Para seniman diliputi suasana haru mengingat betapa dahsyatnya letusan gunung yang tepat berada di depan Teluk Saleh Sumbawa. Saking harunya para seniman meneteskan air mata berharap kejadian dua abad yang lalu itu tidak terulang lagi. Selanjutnya mereka berdoa meminta kerik selamat (keselamatan dunia akhirat) kepada Yang Maha Kuasa, Allah SWT.

Ritual Tambora 3Sekretaris LATS, Syukri Rahmat mengungkapkan, bahwa Ziarah Tambora ini untuk membangkitkan semangat Tambora yang kian berpengaruh bagi perubahan dunia dan iklim saat itu. Ziarah Tambora merupakan tema yang cukup menarik. Ziarah melambangkan kesucian setiap manusia. “Konteks dari Ziarah Tambora ini sebetulnya menuju tuhan, bahwa ada ciptaan tuhan yang luar biasa berbentuk Gunung Tambora,” demikian Syukri. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Hebat !! Pemda Sumbawa Tanggung Seluruh BAP CJH