Bocah 10 Tahun Asal Utan Terlantar di Malang

oleh -7 views

SUMBAWA BESAR, SR (13/04/2016)

Alief Pratama tampak bingung saat diturunkan dari bus yang ditumpanginya di Terminal Bungurasih, Surabaya. Bocah berumur 10 tahun inipun tidak bisa berbuat apa-apa, hanya menangis karena berada di daerah yang asing baginya. Kini bocah kelas 4 SD ini telah berada di Panti Asuhan Sunan Kalijaga, Belimbing, Malang. Keberadaan Alief pun tersebar melalui media social hingga sampai ke telinga mahasiswa asal Sumbawa yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Sumbawa Malang (SPMSM). Dari SPMSM inilah informasi terkait kondisi Alief diterima Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Sumbawa. Saat ini LPA tengah berkoordinasi dengan SPMSM untuk mencari jalan keluar bagaimana Alief bisa dipulangkan.

Satriawan Samokti—mahasiswa yang tergabung dalam SPMSM saat dikonfirmasi SAMAWAREA tadi malam, mengakui jika saat ini Alief berada di Panti Asuhan Sunan Kalijaga. “Kami sudah menemuinya setelah mendapat informasi yang dishare di media social kalau ada anak terlantar dari Sumbawa di daerah Lawang Malang,” kata Satria—panggilan akrab mahasiswa asal Lopok ini.

Dari penjelasan pihak panti, Alief dari Sumbawa menumpang bus lalu turun di Terminal Bungurasih, Senin (11/4) lalu. Karena tidak memiliki sanak keluarga, Alief dibawa oleh seorang sopir ke Malang lalu dititipkan di Panti Asuhan. Sedangkan Alief mengaku dari Kecamatan Utan. Ayahnya bernama Belo dan ibunya, Kus. Dia menumpang bus dan duduk di bangku bagian belakang sehingga sopir dan kondektur setempat tidak mengetahuinya. Satria dan mahasiswa asal Sumbawa lainnya sudah membujuk Alief untuk segera pulang. Tapi Alief terlihat trauma dan takut, sepertinya ada yang disembunyikannya. “Dia tidak mau pulang,” kata Satria.

Baca Juga  TNI Amankan 10 Truk Kayu di Poto Tano

Diakui Satria, pihak panti sudah meminta agar anak itu tetap berada di panti. Tapi Ia tidak ingin bocah tersebut berada di panti, sementara masih memiliki keluarga di Sumbawa. Karenanya SPMSM telah berkoordinasi dengan LPA Sumbawa agar melakukan investigasi apakah ada laporan orang hilang. Selain itu investigasi juga untuk memastikan apakah bocah ini berinisiatif meninggalkan rumah atau diterlantarkan orang tuanya. Apabila dinyatakan hilang, harus ada upaya untuk memulangkan bocah tersebut. Namun jika masuk kategori penelantaran anak tentunya mengarah pada tindak pidana. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD