Terbukti Membunuh dan Sodomi, JJ Direhabilitasi

oleh -12 views

SUMBAWA BESAR, SR (11/04/2016)

JJ—bocah pelaku pembunuhan dan sodomi seorang anak di KSB, dinyatakan bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sumbawa. Namun dalam putusannya pada persidangan belum lama ini, JJ direhabilitasi atau dijatuhkan pidana pembinaan di luar lembaga dan harus mengikuti terapi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi NTB di Mataram. JJ akan berada di Panti Sosial Paramita Mataram selama dua tahun dan di tempat yang sama mengikuti pelatihan kerja selama 6 bulan. Pejabat pembina pada panti tersebut dan Kepala RSJ Provinsi NTB di Mataram juga diperintahkan untuk berkoordinasi dengan Penuntut Umum dalam membimbing, membantu dan mengawasi anak selama masa pidananya, sekaligus melaporkan pengawasannya kepada Ketua PN Sumbawa dan Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi) Pidum Kejaksaan Negeri Sumbawa, Feddy Hantyo Nugroho SH mengakui putusan majelis hakim ini salah satunya mempertimbangkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang di dalamnya JJ tidak divonis dengan hukuman pidana namun dikenakan tindakan. “Sesuai ketentuan, anak yang berusia 12 tahun ke bawah tidak bisa dikenakan pidana hanya ditindak dengan menempatkannya di panti sosial atau dikembalikan kepada orang tua,” jelas Feddy—akrab jaksa low profil ini disapa.

JJ lanjutnya, akan diobati secara klinis, agar kondisinya tidak semakin parah yang mengarah kepada gangguan kejiwaan. Pengobatan ini berlangsung selama dua tahun, tapi jika belum ada perubahan masanya akan diperpanjang hingga kondisinya membaik. “Selama masa pengobatan JJ tetap dalam pengawasan kami,” kata Feddy.

Baca Juga  TNI-Polri di NTB Kompak Gelar Patroli Skala Besar Pencegahan Covid-19

Bagaimana soal denda ? Feddy mengatakan akan dikonversikan dengan kerja social di panti yang bertujuan untuk merubah perilaku menjadi lebih baik. “Bahkan di  panti juga ada sekolah agar pendidikan JJ tidak ketinggalan,” ujarnya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD