Aktor dan Penulis Dunia Kagumi Pesona Alam Sumbawa

oleh -16 views

SUMBAWA BESAR, SR (11/04/2016)

Penulis Dunia asal Perancis, Jean Couteau mengaku kagum dengan pesona alam Sumbawa terutama pulau-pulau kecil yang sebagiannya tak berpenghuni. Menurutnya, kekayaan alam itu merupakan potensi pariwisata yang dapat mendukung pembangunan di daerah ini. “Memang pantas pulau-pulau ini menjadi destinasi pariwisata dan potensi di sini tidak diragukan lagi,” puji Jong—sapaan akrabnya saat diwawancara khusus SAMAWAREA di Gili Tapan dalam rangkaian perjalanan Ziarah Tambora, Minggu (10/4) kemarin.

Dalam pandangannya, tidak ada minusnya melihat potensi itu. Dari sudut obyeknya sangat memukau dan sambutan masyarakatnya sangat luar biasa dengan budaya dan seni yang dimiliki.  Namun Jong merasa ada yang aneh. Meski potensinya luar biasa, pariwisata Sumbawa justru lambat berkembang.  Ia menyarankan Sumbawa tidak terlalu menggalakan pariwisata yang terlalu inklusif, tapi pariwisata yang berkembang sesuai dengan kehendak masyarakat lokal. Paling penting adalah sarana prasarana pendukung. Selain itu ia sedikit membandingkan perkembangan pariwisata Lombok dan Bali yang begitu pesat. Ini bisa terjadi karena dua daerah itu memberikan ruang bagi wisatawan muda yang dikenal dengan bacpaker. Dari mereka inilah diketahui mana tempat-tempat yang menarik dan selama ini justru tidak diketahui. Mereka biasanya menjadi perintis untuk membuka jalan bagi pariwisata selanjutnya. “Keberadaan mereka harus disambut baik dengan menyediakan tempat penginapan dan losmen yang murah, jadi tidak hanya membangun hotel-hotel mewah yang sulit dijangkau secara ekonomi,” kata penulis yang sudah belasan tahun tinggal di Bali.

Baca Juga  TNI Polri Kawal Distribusi BST dan Bantuan Beras Diskoperindag

Jen Diskusi Budaya 1Di bagian lain, Jong juga menilai kegiatan Ziarah Tambora sangat berperan dalam mendukung pembangunan pariwisata. Apalagi ini dikaitkan dengan Tambora yang telah mencatat sejarah dunia dan kini menjadi tempat yang luar biasa. Kegiatan ini juga merupakan upaya membenahi citra Sumbawa. Selama ini orang berpikir masyarakat Sumbawa sangat fanatik. Tapi semua itu terbantahkan dengan keberadaan dan apa yang dirasakannya sekarang. “Gejala itu tidak tampak, bahkan sebaliknya masyarakat Sumbawa sangat egaliter,” ucapnya.

Hal senada dikatakan Aktor ternama Ray Sahetapy. Alam Sumbawa yang dinilainya indah ini mampu menjadi magnet bagi wisatawan. Tentunya alam yang indah ini harus mampu memunculkan ide-ide kreatif sebagai implementasi dari pemahaman terhadap alam itu sendiri. Dengan pemahaman, perubahan alam yang terjadi di setiap musim dapat dikelola untuk hal yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerah setempat. Lalu bagaimana pemahaman itu muncul ? mantan suami Dewi Yull ini mengatakan, dimulai dari system pendidikan di sekolah. Harusnya sekolah hanya 2 hari belajar di dalam ruangan, selebihnya berada di alam. Cara ini akan membuat anak didik bisa memahami alam sejak dini termasuk apa yang harus dilakukan untuk memberikan warna baru bagi alam tersebut. “Ini yang saya sebut pemikiran alam dan nusantara,” tandasnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.