Ditetapkan Dua Tersangka Kasus Truk Kosong di Olat Rawa

oleh -8 views

SUMBAWA BESAR, SR (08/04/2016)

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) gabungan Dinas Kehutanan Sumbawa dan Propinsi NTB menetapkan dua orang tersangka dalam kasus tiga truk kosong yang beroperasi di Hutan Olat Rawa, Kecamatan Moyo Hilir, Selasa (5/4) lalu. Tiga truk itu terjaring tim operasi gabungan (Opgab)  karena diduga hendak melakukan aksi kejahatan kehutanan. Hal ini diperkuat dengan ditemukan barang bukti lainnya yaitu 4 buah chainsaw (gergaji mesin). “Kami sudah menetapkan dua orang tersangka dan sudah kami tahan,” kata Bahrul Helmi SH—Ketua Tim Penyidik  PNS Dinas Kehutanan Provinsi NTB yang dikonfirmasi SAMAWAREA di ruang kerjanya, Jumat (8/4) sore.

Bahrul Helmi SH--PPNS Dishut Provinsi NTB
Bahrul Helmi SH–PPNS Dishut Provinsi NTB

Penetapan tersangka ini ungkap Helmi—akrab Ia disapa, setelah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi terdiri dari 4 saksi petugas operasi dan 6 saksi umum. Hasil pemeriksaan ini, kedua tersangka berinisial SH dan SY—keduanya warga Kecamatan Plampang, terindikasi melanggar pasal 12 huruf f dan g UU No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan.  Mereka tertangkap tangan membawa kendaraan di dalam kawasan hutan. Sebab sangat dilarang membawa alat angkut untuk mengangkut hasil hutan kayu tanpa ijin pejabat berwenang.  “Kedua tersangka ini sudah kami titip di Lapas Sumbawa, barang bukti truk di Makodim Sumbawa dan chainsaw di Kantor Dinas Kehutanan Sumbawa,” katanya. Saat ini pihaknya masih mengembangkan penyidikan, dengan mendalami keterangan para saksi termasuk tersangka untuk mengungkap siapa yang menyuruh mereka.

Baca Juga  Hari Anti Narkotika Internasional Tingkat Provinsi NTB Digelar di Sumbawa
Kadis Kehutanan Sumbawa, Ir H Ibrahim M.Si
Kadis Kehutanan Sumbawa, Ir H Ibrahim M.Si

Sementara Kadis Kehutanan Sumbawa, Ir H Ibrahim M.Si mengatakan, opgab yang dilakukan ini untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan kehutanan dan meminimalisir kasus ilegal logging. “Setiap pelanggaran hukum akan kami tindak. Tidak ada pelanggaran yang tidak diproses,” tegasnya. Untuk diketahui ungkapnya, hasil operasi selama ini telah mengamankan puluhan kubik kayu dari Hutan Olat Rawa dan menetapkan 4 orang tersangka, dan ditambah dua lagi tersangka yang tertangkap mengemudikan kendaraan masuk ke hutan tanpa ijin pejabat berwenang. Semuanya masih dalam proses penyidikan dan berharap siapapun yang terlibat harus ditindak. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.