Komisi IV Pantau UN dan Serap Aspirasi

oleh -2 views

SUMBAWA BESAR, SR (04/04/2016)

Komisi IV DPRD Sumbawa terbilang komisi yang paling aktif. Setelah mengunjungi sejumlah sekolah dasar, RSUD dan instansi mitra, kini Kamaluddin ST M.Si selaku koordinator komisi didampingi Ketua Komisi Ida Rahayu S.AP serta dua anggotanya, Ahmadul Kusasih SH dan Hamzah Abdullah, memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Mengawali pantauannya, rombongan komisioner yang salah satunya membidangi pendidikan ini, mendatangi SMA Muhammadiyah, Selasa (4/4). Di sekolah ini rombongan disambut Kepala Sekolah setempat, Dra Rodiyah didampingi sejumlah guru. Dalam penjelasannya, Rodiah menyebutkan jumlah peserta UN di sekolahnya hanya 39 orang. Sejauh ini sekolahnya masih melaksanakan UN secara manual sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Dan sekolahnya belum bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sebagaimana sekolah lainnya di Sumbawa. “Kami kekurangan perangkat komputer. Jumlahnya minimal sepertiga dari jumlah peserta UN,” aku Rodiyah.

Kamal Sidak 1Untuk UN tahun depan, semua sekolah diharuskan menerapkan UNBK. Karenanya ia berharap dukungan komisi IV untuk mengupayakan pengadaan perangkat computer. Selain itu ada beberapa bangunan yang membutuhkan pembenahan seperti pemasangan tegel dan plafon. Menurut Rodiyah, sekolahnya harus mendapat perhatian. Sebab selama ini kerap dijadikan tempat ‘buangan’ para siswa yang dikeluarkan atau tidak diterima di sekolah lain terutama sekolah negeri. Dalam menangani siswa ini, pihaknya lebih pada pembentukan karakter melalui pengajaran yang islami. “Sekolah ini sering disebut sebagai sekolah bengkel yang mereparasi dan memperbaiki segala sesuatu yang rusak. Dan alhamdulillah, sebagian anak-anak yang sebelumnya dianggap nakal sudah menjadi baik dan patuh,” ujarnya.

Baca Juga  Selamat Datang Siswa Baru di Sekolah Aman dan Menyenangkan

Terhadap hal ini, Ketua Komisi IV Ida Rahayu memberikan jaminan untuk membantu keberadaan computer di sekolah berbasis islam ini sehingga Tahun 2017 dapat melaksanakan ujian menggunakan system UNBK. “Insya Allah kami bantu pengadaan computer, meski harus menggunakan dana aspirasi,” tandasnya.

kunjungan ke SMAN 1 Sumbawa
kunjungan ke SMAN 1 Sumbawa

Kunjungan berlanjut ke SMAN 1 Sumbawa dan SMAN 2 Sumbawa. Dua sekolah ini sudah melaksanakan ujian menggunakan system UNBK. Dari keterangan kedua kepala sekolahnya, proses UN berjalan aman dan lancar, tidak ada kendala yang ditemui. Bahkan perangkat computer yang ada sudah melebihi persyaratan minimal atau lebih dari sepertiga jumlah UN. SMAN 1 terdapat 90 komputer untuk 267 peserta, sedangkan SMAN 2 Sumbawa memiliki 69 komputer untuk 206 peserta. Meski demikian dua sekolah ini masih meminta tambahan computer. “Alhamdulillah dari pantauan kami UN berjalan lancar, semua peserta UN terlihat enjoy dalam mengikutinya,” kata Kamaluddin ST M.Si—pimpinan DPRD yang juga Koordinator Komisi IV.

Ke depannya, Ia berharap Pemda Sumbawa melalui dinas terkait dapat memberikan perhatiannya kepada sekolah yang belum bisa melaksanakan UNBK dengan memenuhi keterbatasan perangkat computer. “Ini harus mendapat perhatian, sebab semua penyelenggara UN harus melaksanakan system UNBK mulai Tahun 2017,” pungkasnya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD