Kejari Sumbawa Siap Bantu Tagih Deviden PTNNT

oleh -5 views
Kajari Sumbawa, Paryono SH MH

SUMBAWA BESAR, SR (04/04/2016)

Hingga kini deviden atas kepemilihan saham PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) belum diterima Pemda Sumbawa maupun Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Padahal berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk pernah melakukan class action melalui Pengadilan Negeri Sumbawa. Namun upaya itu tak membuahkan hasil. Karenanya kedua pemda tersebut harus melakukan langkah baru yakni meminta bantuan pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa.

Dikonfirmasi langkah tersebut, Selasa (4/4) siang tadi, Kajari Sumbawa, Paryono SH MH, menyatakan kesiapannya jika diminta. Kejaksaan dari sisi perdata dan tata usaha negara (Datun) memiliki fungsi membantu pemda untuk ikut melakukan penagihan. Terlebih lagi kejaksaan dan dua pemda yakni Sumbawa dan KSB sudah menandatangani MoU bidang Datun yang di dalamnya termasuk melakukan penagihan terhadap piutang pemda terhadap pihak lain.  “Ketika kami diberikan surat kuasa khusus (SKK) oleh Pemda, pasti kami laksanakan,” kata Paryono.

Ia menilai penagihan yang dilakukan kejaksaan lebih efektif. Namun sebelum dilakukan penagihan, kejaksaan akan mengundang berbagai pihak untuk mengetahui mengapa deviden itu macet termasuk berapa yang menjadi hak daerah. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan adanya unsur lain atau tidak. Ketika ditemukan indikasi korupsi, permintaan penagihan ini akan ditolak, karena pihaknya tidak SKK dengan dua kepentingan yang berbeda. Di satu sisi kejaksaan ingin menindak kasus tindak pidana korupsi, di sisi lain ingin membantu pemulihan keuangan negara. “Ini yang tidak boleh dilaksanakan dua-duanya, harus salah satunya,” tukas Paryono.

Baca Juga  Jaga Keamanan Empang, Giatkan Siskamling

Untuk diketahui, deviden PTNNT untuk Kabupaten Sumbawa mencapai Rp 82,640  milyar. Namun deviden yang diterima sejak Tahun 2010 itu baru mencapai Rp 53,676 miliar. Artinya masih tersisa Rp 28,963 miliyar yang sampai sekarang belum terbayar. Deviden itu diterima melalui PT DMB yang merupakan perusahaan patungan tiga daerah (NTB, KSB, dan Sumbawa). Perusahaan ini kemudian menjalin kemitraan dengan PT Multi Capital dan sepakat membentuk konsorsium bersama yakni PT Multi Daerah Bersaing (PT MDB). Perusahaan inilah yang kemudian mengakuisisi 24 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT). Dalam perjalanan dan kesepakatan yang dibuat, keuntungan dari kerjasama ini dibagi menjadi 75 persen untuk Multi Capital dan 25 persen diserahkan PT DMB. Dari 25 persen keuntungan PT DMB ini, kemudian dibagi untuk Pemrov NTB dan Pemda KSB masing-masing memperoleh 40 persen, sedangkan Pemda Sumbawa 20 persen. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD