Didukung CCF, Arpusda Sumbawa Siap Menjadi E-Pustaka

oleh -3 views

SUMBAWA BESAR, SR (03/04/2016)

Berbagai upaya dan inovasi yang dilakukan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Sumbawa dalam membangkitkan kegemaran masyarakat untuk membaca.  Tentunya Arpusda harus didekatkan dan menjadi tempat menyenangkan bagi masyarakat. Untuk mewujudkan keinginan ini, Arpusda Sumbawa menjalin kerjasama dengan Coca Cola Foundation (CCF) yang ditandai dengan penandatanganan MoU, belum lama ini.

Melalui kerjasama ini ungkap Kepala Arpusda Sumbawa, H Syahril  S.Pd M.Pd kepada SAMAWAREA kemarin, CCF akan memberikan bantuan perangkat keras dan perangkat lunak. Seperti komputer untuk penyediaan informasi  masyarakat yang berbasis IT. CCF juga  menggelar pelatihan berbasis IT untuk para pustkawan dan supporting dari perpustakaan desa dan kelurahan pengembangan perpustakaannya menggembirakan di antaranya Desa Langam, Uma Beringin, Penyaring dan Leseng. Kemudian pelatihan pengembangan kewirausahaan dengan sasaran masyarakat petani, nelayan dan kaum perempuan.  “Hal ini sesuai dengan visi mengembangkan perpustakaan daerah bagi peningkatan kewirausahaan masyarakat industry kecil menengah, petani dan nelayan,” kata Haji Syahril.

Kepala Arpusda H Syahril S.Pd M.Pd dan Miq Juned--Fasilitator
Kepala Arpusda H Syahril S.Pd M.Pd dan Miq Juned–Fasilitator

Upaya ini akan terus dikembangkan hingga 2018 mendatang dalam rangka menjadikan perpustakaan yang digital atau E-Pustaka. Dengan perubahan ini, sekolah maupun masyarakat yang berada di radius 5 kilometer dalam Kota Sumbawa bisa mengakses pustaka sebagai bahan refrensi dari perpustakaan daerah tanpa berkunjung harus ke perpustakaan. “Ini bukan internet, tapi intranet. Kita akan pasang tower dengan perangkat yang cukup canggih, dan dapat diakses tanpa pulsa,” jelasnya.

Baca Juga  Kadis dan Sekretaris Dikbudpora KSB Menghadap Jaksa

Sementara itu Lalu Muhammad Maya Junaidi didampingi Ahyar Rosidi selaku Fasilitator Pelatihan Pengembangan Perpustakaan Berbasis IT menambahkan, bahwa kerjasama ini prinsipnya ingin menghilangkan kesan bahwa perpustakaan hanya sebagai gudang buku dan arsip, dan momok bagi PNS terhadap anggapan perpustakaan tempat buangan. “Inilah pemikiran yang mendasari kenapa salah satu sasaran Coca Cola Foundation adalah perpustakan,” katanya.

Kerjasama ini bukan dalam bentuk sumbangan melainkan peningkatan kapasitas perpustakaan, seperti pelatihan strategi pengembangan perpustakaan berbasis IT yang sudah berjalan dalam beberapa hari ini. “Yang kami latih adalah staf perputakaan dan librari supporter atau sukarelawan perpustakaan desa, ini lebih pada capasitas building,” sebutnya.

Bantuan lainnya adalah perangkat computer. Bantuan ini bersifat stimulan yang diharapkan dapat menggugah pihak lainnya termasuk pemerintah untuk berbuat hal yang sama. Dan sejauh ini CCF sudah mensupport perpustakaan daerah di 98 kabupaten/kota di Indonesia termasuk beberapa di antaranya berhasil tembus nasional. Contohnya Perpustakaan di Lombok Timur yang berhasil meraih juara 3 nasional, dan Kota Waringin Barat yang menjadi rebutan para komunitas untuk mengambil bagian di perpustakaan setempat dalam menggelar atau mengikuti event-event seperti jalan sehat, dance, dan lomba-lomba. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD