Jaksa Pantau Proyek Pembangunan IGD RSUD Sumbawa

oleh -3 views

SUMBAWA BESAR, SR (29/03/2016)

Pembangunan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sumbawa sudah dinyatakan tuntas. Namun hingga kini proyek senilai Rp 3,7 milyar tersebut belum diserahterimakan. Hal ini mengingat munculnya persoalan terkait dengan belum dibayarkannya hasil pengerjaan sub kontraktor oleh PT Adistana selaku kontraktor pelaksana. Selain itu ada kecurigaan jika fisik bangunan belum memenuhi harapan sebab beberapakali plafon gedung megah ini ambruk. Kecurigaan inilah yang mendorong jajaran Kejaksaan Negeri Sumbawa terus memantau proyek dimaksud. “Kami masih memantau dulu, dan belum masuk terlalu jauh,” kata Kajari Sumbawa, Paryono SH MH, Selasa (29/3).

Gedung IGD RSUD Sumbawa
Gedung IGD RSUD Sumbawa

Kemungkinan pihaknya akan bergerak pasca serah terima hasil pengerjaan. Belum adanya penyerahan ini, ungkap Kajari, seharusnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bertindak cepat. Ketika proses alot, tentu memunculkan pertanyaan dan menimbulkan kecurigaan. Untuk diketahui, sampai saat ini belum kejelasan kapan kontraktor pelaksana menyerahkan hasil pengerjaannya. Beberapa kali diundang pihak RSUD salah satunya untuk menyelesaikan permasalahan dengan subkontraktor, namun tidak mendapat tanggapan. Seharusnya gedung IGD ini sudah dimanfaatkan Januari 2016 kemarin. Namun hingga berakhirnya masa kontrak di penghujung Desember 2015, proyek itu tak kunjung tuntas sehingga kontraktor pelaksana diberikan sanksi denda dengan perpanjangan waktu selama 50 hari atau berakhir 16 Februari lalu. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Polsek Plampang Bekuk Buronan Polres Jembrana