Deviden Mandeg, KS dan KSB akan Lapor KPK 

oleh -13 views
ABDUL RAFIQ, Ketua Komisi II DPRd Sumbawa dari Fraksi PDIP

SUMBAWA BESAR, SR (28/03/2016)

Koalisi DPRD Kabupaten Sumbawa (KS) dan DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mempertimbangkan langkah hukum untuk menyelesaikan persoalan mandegnya pembayaran deviden PTNNT kepada daerah. Hasil penelusuran dan konfirmasi langsung dengan Dirut PT Daerah Maju Bersaing (DMB)—perusahaan patungan (konsorsium) tiga daerah (Sumbawa, KSB dan NTB) di Mataram belum lama ini, ternyata deviden itu mandeg di PT Multicapital—anak perusahaan Bakrie Group.  “Upaya hokum ini akan kita tempuh jika PT Multicapital enggan membayar deviden yang menjadi hak daerah dari kepemilikan saham PTNNT,” kata Abdul Rafiq—Ketua Komisi II DPRD Sumbawa, Senin (28/3).

Langkah hukum ini lanjut Rafiq, merupakan satu dari beberapa opsi yang mengemuka pertemuan dua daerah (KS dan KSB) dengan direksi PT DMB. Pihaknya akan melaporkan permasalahan itu tidak hanya di kepolisian dan kejaksaan, tapi juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Opsi lain lanjut Rafiq, khusus Kabupaten Sumbawa akan melepaskan diri dari konsorsium dengan menarik saham 6 persen untuk dijual ke pihak lain. Nilai saham 6 persen milik Kabupaten Sumbawa ini cukup besar sekitar Rp 2 triliun.

tour newmont lubang

Seperti diberitakan, total deviden yang yang seharusnya diterima Pemda Sumbawa sejak Tahun 2010 hingga 2015 mencapai Rp 82,640 miliar. Yang terbayar sekitar Rp 53,676 miliar. Yang artinya masih tersisa sekitar Rp 28,963 miliar.  Rinciannya, Tahun 2010 Pemda hanya mendapat deviden sekitar Rp 6,436 miliar dari seharusnya Rp 8 miliar sehingga terdapat kekurangan sekitar Rp 1,563 miliar. Tahun 2011 deviden yang diterima senilai Rp 46,240 miliar sesuai dengan besar nilai yang harus diterima. Selanjutnya 2012, pembayaran deviden jauh dari harapan. Harusnya yang diterima Rp 15,6 Milyar, terealisasi hanya Rp 1 miliar. Ada kekurangan sekitar Rp 14,6 Miliar. Tahun 2013 dan Tahun 2014 yang seharusnya mendapat deviden 12,8 M atau masing-masing sebesar Rp 6,4 miliar, tak sepeserpun yang terbayar. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  AKBP Muhammad: Mari Memaafkan, Menjaga Kesatuan dan Keharmonisan

No More Posts Available.

No more pages to load.