Budidaya Siput di Bungin Minta Diperhatikan

oleh -7 views

SUMBAWA BESAR, SR (25/03/2016)

Nelayan budidaya siput di Pulau Bungin, Kecamatan Alas, merasa dianaktirikan. Sebab selama ini pemerintah melalui dinas terkait lebih cenderung memberdayakan dan mengembangkan budidaya ikan kerapu dan lobster. Padahal penghasilan dari budidaya siput tidak kalah dari dua jenis biota laut tersebut. Karenanya sejumlah warga Pulau Bungin yang selama ini melakukan budidaya siput memanfaatkan kehadiran para pejabat daerah yang mendampingi rombongan Komisi IV DPR RI  ke pulau terpadat di dunia, belum lama ini. Salah satu yang mereka temui adalah Dua pimpinan DPRD Sumbawa, Lalu Budi Suryata SP dan Kamaluddin ST M.Si.

Jafar—salah seorang pembudidaya siput, berharap perhatian pemerintah yang tidak berat sebelah. Ia meminta agar budidaya siput yang telah berlangsung cukup lama dilirik dan diberikan support. Untuk budidaya siput tidak terlalu rumit sebagaimana kerapu dan lobster. Siput tidak butuh pakan, tidak butuh modal banyak dan tidak terlalu banyak pemeliharaan, serta harga di pasaran sangat bersaing. “Dengan modal 15 juta rupiah saja, bisa menghasilkan ratusan juta setiap 6 bulan sekali panen,” ungkap Jafar yang diamini nelayan lainnya.

Budi Suryata BunginAspirasi Jafar dkk ini langsung direspon positif pimpinan DPRD Sumbawa. Menurut Lalu Budi Suryata, program budidaya laut sudah sangat baik, mengingat potensi yang ada cukup berlimpah. Karena itu ke depan harus didorong bukan hanya budidaya kerapu dan lobster tapi juga siput. Hal ini dilakukan dalam rangka membuka lapangan kerja di samping meningkatkan kesejahteraan para nelayan khususnya di Pulau Bungin. “Tidak semua punya keahlian di Kerapu dan Lobster, tapi sebagian masyarakat di Bungin ini juga memiliki keahlian membudidaya siput,” ujar Budi—akrab politisi PDIP ini.

Baca Juga  Pemda Upayakan Program Sertifikat Gratis untuk Warga Kampung Banjir

Karenanya Ia meminta Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbawa untuk jeli dan peka terhadap potensi yang ada. Selain potensi itu dikelola untuk menjaga kelestarian ekosistem laut juga meningkatkan pendapatan masyarakat Bungin baik dari budidaya kerapu, lobster maupun siput. “Kami minta agar aspirasi masyarakat ini dapat diprogramkan melalui APBD 2017. Ini harus menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti dinas terkait,” imbuhnya.

Kadis Kelautan dan Perikanan Sumbawa, Ir H Junaidi M.Si yang kebetulan ada di lokasi, langsung dihadapkan Ketua DPRD Lalu Budi Suryata di tengah-tengah para nelayan pembudidaya siput. Kepada nelayan, Haji Jun—akrab pejabat low profil itu disapa, meminta masyarakat untuk membentuk kelompok dan membuat proposal guna diusulkan pada APBD 2017 mendatang. “Insya Allah kami akan mensupportnya,” tandasnya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD