Keluarga Korban Ngamuk, Sidang Ersan Nyaris Ricuh

oleh -14 views

SUMBAWA BESAR, SR (23/03/2016)

Ersan Munaf nyaris menjadi bulan-bulanan usai persidangan kasus penelantaran anak yang menjeratnya. Beruntung puluhan aparat kepolisian bersikap sigap mengamankan terdakwa yang divonis empat tahun penjara tersebut. Ersan merupakan ayah dari JJ—bocah yang ditetapkan sebagai terdakwa kasus pembunuhan dan sodomi. Kebetulan saat sidang kasus penelantaran anak itu, hadir orang tua dan keluarga korban pembunuhan dan sodomi tersebut. Kericuhan mulai terlihat ketika sidang dengan terdakwa Ersan dimulai. Melihat gejala ini, Ketua Majelis Hakim Hary Supriyanto SH MH didampingi dua hakim anggota, Fatria Gunawan SH dan Reza Tyrama SH memberikan pemahaman kepada pengunjung bahwa sidang itu adalah sidang kasus penelantaran anak bukan sidang kasus pembunuhan dan sodomi. Meski demikian keluarga korban terlihat geram dan hendak melampiaskan amarahnya kepada Ersan yang merupakan ayah dari pelaku pembunuhan dan sodomi itu. Usai sidang, keluarga korban langsung mengambil posisi di pintu keluar, menunggu terdakwa keluar dari ruang sidang. Polisi bersenjata lengkap yang disiapkan untuk mengamankan jalannya persidangan langsung mengambil tindakan. Bukannya mundur, orang tua korban merangsek maju hendak menyerang terdakwa yang dikawal petugas kejaksaan. Terjadi saling dorong antara keluarga korban dan apatay kepolisian. Namun upaya keluarga tidak berhasil. Orang tua korban hanya bisa mengumpat dan mencaci terdakwa yang berjalan cepat menuju mobil tahanan.

Baca Juga  Rebutan Cewek, Satu Orang Dikeroyok  

Untuk diketahui terdakwa kasus penelantaran anak ini divonis empat tahun penjara dan denda Rp 75 juta. Terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindakan penelantaran anak. Terdakwa juga dinilai berbelit-belit dalam persidangan dan tidak menyesali perbuatannya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.