Upacara Paripurna untuk Empat Peringatan Besar

oleh -4 views

SUMBAWA BESAR, SR (17/03/2016)

Upacara paripurna di Kantor Bupati Sumbawa Kamis (17/3) berbeda dari sebelumnya. Upacara kali ini cukup semarak karena dirangkaikan dengan empat peringatan besar yaitu HUT Polisi Pamong Praja (Pol PP) ke 66, HUT Perlindungan Masyarakat (Linmas) ke 54, HUT Pemadam Kebakaran (Damkar) ke 97 dan HUT PPNI.  Upacara tersebut dipimpin Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah yang dihadiri Dandim 1607 Sumbawa, Kapolres Sumbawa, Pimpinan DPRD, Asisten Sekda, Staf Ahli, Kepala SKPD, dan sejumlah aparatur.

Wakil Bupati Sumbawa membacakan rangkuman sambutan Menteri Dalam Negeri mengatakan, peringatan hari ulang tahun Pemadam Kebakaran, pemerintah mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia melakukan gerakan perang terhadap kebakaran dan penting tindakan mengedepankan preventif atau pencegahan daripada responsif kebakaran. “Apabila ada kebakaran lakukan segera pemadaman dini jangan biarkan api tumbuh menjalar membesar, karena kobaran api yang telah membesar akan sulit dipadamkan, bahkan khusus untuk kebakaran hutan dan lahan gambut dapat menimbulkan bencana pencemaran asap yang berdampak terhadap kesehatan dan transportasi serta terganggunya aktivitas ekonomi,” katanya.

Sosok Petugas Pemadam Kebakaran bekerja dengan siap siaga hadir dalam penyelamatan jiwa, melakukan tugas dengan iklas tanpa pamrih, tanpa mengharap pujian dan sanjungan, memberi pelayanan pemadaman kebakaran dan penyelamatan. Sumber daya di sekitar masyarakat juga selalu ada ancaman dari kebakaran yang dapat mengganggu ketahanan ekonomi, kesehatan masyarakat dan kerusakan lingkungan. Untuk itu perlu direposisi sudut pandang dalam penanggulangan kebakaran yang dihadapi, serta arah kebijakan ke depan.

Baca Juga  Laporan Money Politic Tidak Penuhi Unsur

Kemudian Peringatan HUT Satuan Polisi Pamong Praja dan Satuan Perlindungan Masyarakat kali ini mengambil tema Dengan Semangat Hut Satuan Polisi  Pamong Praja Ke-66 dan HUT Satuan Perlindungan Masyarakat Ke-54, Kita Wujudkan Polisi Pamong Praja dan Linmas yang Humanis, Berdedikasi, Disiplin Dan Tegas. Peran Satuan Polisi Pamong Praja semakin strategis dengan dimasukkannya urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat dalam urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar dalam UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Pola sikap dan perilaku serta kualitas sumber daya manusia harus benar-benar diperhatikan sehingga mampu menjalankan tugas, kewajiban, serta kewenangannya yang secara tegas telah tertuang dalam peraturan perundang-undangan. Selain itu sarana prasarana yang memadai juga harus disediakan. Dengan demikian kehadiran Satuan Polisi Pamong Praja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat benar-benar dapat dirasakan di seluruh lapisan. Pada era keterbukaan informasi saat ini, masyarakat dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi serta dapat membandingkan kualitas pelayanan yang dilakukan oleh aparatur pemerintah. Apabila layanan yang diberikan tidak maksimal, maka secara real time dapat terpublikasi melalui komunikasi sosial on line. Dalam melaksanakan tugas perlu adanya pola sikap dan pola tindak yang harus dimiliki oleh Polisi Pamong Praja. Humanis diperlukan karena objek pelayanan polisi pamong praja adalah warga masyarakat yang sehingga sentuhan manusia sangat dibutuhkan. Ditekankan bahwa Polisi Pamong Praja merupakan Pegawai Negeri Sipil yang istimewa dan tidak boleh diremehkan. Disamping itu, dipahami bahwa filosofi keberadaan Satuan Polisi Pamong Praja merupakan tangan kanan kepala daerah karena setiap upaya pembangunan di daerah, amat sangat mustahil terlaksana jika ketertiban umum dan ketentraman masyarakat yang menjadi salah satu tugas satuan polisi pamong praja belum direalisasikan. Untuk itu, dapat disimpulkan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja adalah salah satu perangkat yang utama bagi jalannya roda pemerintahan di daerah. “Terus tingkatkan kapasitas dan kapabilitas personil untuk menyongsong tugas yang semakin komplek di masa yang akan datang,” ungkap Haji Mo sapaan akrab Wabup Sumbawa.

Baca Juga  Serikat Buruh KSB Haramkan PHK Karyawan PTAMNT

Terkait dengan hari jadi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke-42, Wakil Bupati Sumbawa melanjutkan, perawat merupakan profesi yang mulia, profesi dan pekerjaan yang membutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan rasa empati yang tinggi. Melalui wadah organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) diharapkan bisa mengakomodir perawat dan juga masyarakat akan pelayanan kesehatan terutama dibidang keperawatan. Melalui HUT PPNI ke-42 yang mengambil tema “Keperawatan Adalah Sumber Utama Pembentukan Sistem Kesehatan Yang Handal Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN” dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan jalinan solidaritas perawat dan pengabdian kepada klien dan masyarakat. (JEN/SR)

 

bankntb DPRD DPRD