Menghilang, Oknum Anggota DPRD Gagal Dieksekusi

oleh -4 views
Syamsuddin Biok saat hendak dieksekusi

SUMBAWA BESAR, SR (17/03/2016)

Syamsuddin Biok—Anggota DPRD Sumbawa sepertinya belum siap untuk kembali ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sumbawa. Pasalnya, politisi Demokrat ini seketika menghilang ketika hendak dieksekusi pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa, Kamis (17/3) sore, untuk menjalani sisa hukuman kasus pelanggaran UU ITE yang menjeratnya. Sebelumnya Biok—sapaan akrab politisi low profil ini, kooperatif memenuhi panggilan kejaksaan. Sejak pagi tadi wakil rakyat yang dikenal low profil ini berada di kantor kejaksaan ditemani kerabatnya.

Tak lama menunggu, Biok dipersilahkan masuk ruangan menemui jaksa setempat, M Isa Ansyori SH untuk mendapat penjelasan prihal putusan Mahkamah Agung yang memberikan hukuman 1 tahun 2 bulan penjara. Terhadap putusan tersebut Biok harus dieksekusi pada hari itu dan mendekam di Lapas Sumbawa selama beberapa bulan. Sebab sebelumnya hampir setahun Biok sudah menjalani hukuman penjara. Biok meminta waktu untuk memanggil pengacaranya. Tak lama kemudian, pengacara Abdul Kadir SH datang mendampinginya. Biok pun kembali meminta ijin untuk mengambil pakaiannya. Namun hingga pukul 18.00 Wita atau menjelang magrib, Biok tak terlihat batang hidungnya. Eksekusi pada hari itupun gagal.

Kasi Pidum, Feddy Hantyo Nugroho SH
Kasi Pidum, Feddy Hantyo Nugroho SH

Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum), Feddy Hantyo Nugroho SH menegaskan eksekusi terhadap oknum pejabat itu harus segera dilakukan. Karenanya kejaksaan akan kembali memanggil yang bersangkutan. Jika tidak hadir, pihaknya akan menemui Biok di kantornya sekaligus melakukan penjemputan paksa.

Baca Juga  Tangkap Dua Spesialis Curanmor, Polisi Sita 62 Motor

Untuk diketahui, Biok telah menjalani hukuman sekitar setahun penjara. Setelah adanya putusan MA yang menghukumnya 1 tahun 2 bulan, berarti masih ada tersisa sekitar 2 bulan lagi Biok menyelesaikan masa hukumannya. “Meski dia mengajukan PK (Peninjauan Kembali) tidak menghalangi proses eksekusi,” tandasnya.

Biok dijerat UU ITE karena melakukan tindak pidana dengan sengaja tanpa hak menstransmisikan dokumen elektronik yang memiliki muatan pengancaman. Saat itu Biok mengancam H. Ruslan alias Haji Lodot yang merupakan kakak kandungnya sendiri melalui telepon seluler (Handphone). Dalam persidangan di PN Sumbawa, Biok divonis satu tahun empat bulan. Biok mengajukan banding sehingga putusannya setahun. Namun JPU mengajukan Kasasi ke MA yang akhirnya memutuskan 1 tahun 2 bulan penjara. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD