Bendungan Kerekeh Terganjal Pembebasan Lahan

oleh -14 views

SUMBAWA BESAR, SR (16/03/2016)

Bendungan Kerekeh Kecamatan Unter Iwis terancam tidak bisa terealisasi meski desainnya sudah hampir tuntas. Boleh dikatakan bendungan yang mampu mengairi lahan sekitar 4.500 hektar ini tinggal selangkah lagi.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara Propinsi NTB, Ir Asdin yang dikonfirmasi SAMAWAREA belum lama ini, mengakui jika desain bendungan itu sudah dibuat dan hampir tuntas. Selanjutnya pihaknya akan mengajukan desain tersebut ke Dewan Keamanan Bendungan untuk sertifikasi layak atau tidaknya dibangun bendungan. Namun yang menjadi kendala adalah pembebasan lahan. Ada sebagian warga pemilik lahan yang menolak lahannya dibebaskan. Ada juga yang mematok harga sangat tinggi yakni Rp 50 juta per are. “Kami membutuhkan sedikitnya 100 hektar lahan, tapi harga lahan tiba-tiba selangit. Ini yang memunculkan persoalan alotnya bendungan itu terwujud,” kata Asdin—sapaan singkatnya.

Kepala BWS NT Provinsi NTB, Ir Asdin
Kepala BWS NT Provinsi NTB, Ir Asdin

Bendungan Kerekeh ini direncanakan tuntas Tahun 2018—2019. Ketika persoalan ini belum bisa dituntaskan, maka bendungan yang menjadi harapan masyarakat petani di wilayah setempat akan sirna, karena anggaran bagi pembangunannya bisa saja dialihkan ke daerah lain yang juga memiliki kepentingan yang sama. Karena itu Ia berharap dukungan pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa untuk menfasilitasi persoalan ini sehingga pembangunan Bendungan Kerekeh sesuai rencana dan harapan. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Gubernur Sambut Baik Keseriusan DPIM Berinvestasi di NTB