Bupati Nilai Janggal Permintaan Penyidik Dishut

oleh -3 views

SUMBAWA BESAR, SR (14/03/2016)

Permintaan Penyidik PNS Dinas Kehutanan Provinsi NTB agar Dandim 1607 Sumbawa dapat ‘membebaskan’ barang bukti 4 buah Saw Mill, menimbulkan tandatanya besar. Padahal alat pengolah kayu itu yang ditemukan bersama ratusan kayu jati diduga hasil illegal logging di kawasan Hutan Olat Rawa Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa oleh tim gabungan saat menggelar operasi belum lama ini. Bahkan permintaan melalui surat resmi tersebut terbilang janggal, dan sangat mencurigakan. Kecurigaan ini dikemukakan langsung Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc saat menerima 8 Anggota DPRD NTB Daerah Pemilihan (Dapil) V (Sumbawa—KSB) di Kantor Bupati, Senin (14/3) siang tadi.

Surat itu menurut Bupati, terkesan penyidik Dishut Provinsi itu menyalahkan tindakan Timgab yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Kehutanan dan KPH Batu Lanteh. Tentu saja permintaan itu dinilai aneh dan meminta dapat diusut. “Ada apa ini, kok minta Saw Mill itu dilepas, dan katanya tidak cukup bukti. Padahal secara hukum ada pasal yang mengatur tentang membawa sawmill di dalam kawasan hutan dapat dipidana,” jelas Bupati, seraya berharap Anggota DPRD NTB melalui komisi terkait dapat memanggil penyidik Dishut tersebut guna dimintai klarifikasi.

Bupati mengaku prihatin dengan kondisi hutan di Sumbawa. Terlebih lagi sangat gampangnya pembabatan hutan dan keleluasaan pengangkutan kayu dari Sumbawa ke ke luar daerah. “Saya merasa heran, kenapa begitu mudahnya kayu-kayu itu lolos di Pelabuhan Tano dan Padang Bai. Ini jadi pertanyaaan kita, ada apa. Kalau memang dokumen dipalsukan, itu menjadi kewenangan institusi terkait. Dan saya berharap semua memiliki komitmen yang sama dalam memberantas aksi yang meresahkan ini,” tandas Bupati. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Tutup Pintu Keluar, Polres Kerahkan Tim PUMA Kejar Pelaku Pembacok Polisi