Anggota DPRD NTB Dapil V Salut Perkembangan RSMA

oleh -2 views

SUMBAWA BESAR, SR (14/03/2016)

Reses bersama 8 Anggota DPRD NTB dari Daerah Pemilihan (Dapil) V selama dua hari, 14—15 Maret, dimanfaatkan untuk mengunjungi sejumlah tempat di wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Salah satunya Rumah Sakit HL Manambai Abdulkadir (RSMA). Selain ingin menyerap aspirasi juga melihat secara langsung kondisi rumah sakit yang berada di KM 7 ruas jalan Sumbawa—Bima ini. Kehadiran Nurdin Ranggabarani SH MH (Fraksi PPP) selaku koordinator, H Johan Rosihan ST (Fraksi PKS), Baijuri Bulkiah SH (Fraksi Demokrat), Burhanuddin Jafar Salam SH (Fraksi PAN), Hj Rahmah JM (Fraksi Hanura), Firman (Fraksi PDIP), dan M Thalib (Fraksi Gerindra) minus Ir H Busrah Hasan (Fraksi Golkar) ini, tak disia-siakan jajaran setempat.

Direktur RSMA, dr H Syamsul Hidayat langsung menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi rumah sakit rujukan masyarakat Pulau Sumbawa ini. Menurutnya masih banyak kekurangan tidak hanya SDM namun juga fasilitas pendukung. Meski demikian angka kunjungan pasien dan pelayanan secara bertahap semakin meningkat. Sebelumnya angka kunjungan mencapai 40—50 persen, kini sudah mencapai 60-70 persen. Hal ini seiring dengan pelayanan spesialis yang kian bertambah. “Kalau dulu kita dibantu residen spesialis—dokter yang akan menyelesaikan spesialisasinya dari Universitas Airlangga, dan Alhamdulillah sekarang kami sudah memiliki 8 dokter spesialis,” aku Dokter Dayat—sapaan akrab mantan Direktur RSUD Sumbawa ini.

Kedelapan dokter spesialis itu adalah Dokter Spesialis Dalam, Bedah, Anak, Kebidanan dan Kandungan, Spesialis Emergency, Syaraf, Pathology Klinik, dan Spesialis Paru. Bulan depan, dokter spesialis di RSMA akan bertambah yaitu Spesialis Jantung dan Spesialis Mata. Ia berharap dengan bertambahnya jumlah dokter spesialis, angka rujukan meningkat sehingga visi RSMA untuk menjadi rumah sakit rujukan masyarakat Pulau Sumbawa dapat terwujud. Yang menjadi persoalan lanjut Dokter Dayat, adalah fasilitas pendukung bagi dokter spesialis tersebut sebab RSMA belum memiliki peralatan jantung dan mata. Kemudian CT-Scan agar masyarakat Sumbawa yang mengalami stroke dan lainnya tidak harus ke Mataram. Kemodialisa (alat cuci darah), dan mobil ambulance emergency yang bisa digunakan untuk melakukan tindakan operasi dalam perjalanan. Kekurangan lainnya adalah ruang VIP karena tingginya animo masyarakat untuk dilayani di ruangan tersebut. RSMA membutuhkan tambahan dana pemeliharaan yang selama ini hanya Rp 600 juta, dari idealnya seharusnya minimal Rp 1 Miliar.

Baca Juga  Wagub NTB: Ayo Berpikir Positif Hadapi COVID-19

Reses DPRD NTB RSUP 5Terhadap hal ini Nurdin Ranggabarani SH MH—coordinator anggota DPRD NTB Dapil V, menyatakan salut dengan peningkatan yang terus dicapai RSMA. Untuk mengatasi kekurangan dalam mendukung terwujudnya visi RSMA, pihaknya di gedung Udayana akan berjuang untuk merealisasikan aspirasi tersebut. Tentunya Direktur RSMA dapat membuat daftar usulan secara rinci dan diserahkan bukan kepada anggota di komisi terkait tapi semua anggota DPRD NTB Dapil V. “Kami akan berjuang bersama melalui komisi dan dukungan fraksi-fraksi. Ketika kami menyuarakan kebutuhan yang sama melalui laporan fraksi maka besar peluang permasalahan ini diakomodir,” ucap Nurdin Raba didampingi koleganya Burhanuddin Jafar Salam SH dan Baijuri Bulkiah SH.

Ketika anggaran provinsi tidak mencukupi dalam mengakomodir semua keinginan RSMA, pihaknya akan menggunakan jalur lain yaitu memanfaatkan seluruh potensi Sumbawa yang aad di pusat seperti Doktor Zulkiflimansyah, Fahri Hamzah, Din Syamsuddin dan lainnya. “Kita gunakan jalur manapun untuk kepentingan masyarakat dan daerah ini,” demikian Nurdin. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.