Wabup Sumbawa Sampaikan Tiga Permintaan

oleh -3 views

SUMBAWA BESAR, SR (13/03/2016)

Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mahmud Abdullah menyampaikan tiga permintaan dan instruksi kepada masyarakat dan jajarannya. Instruksi itu disampaikan saat membuka secara resmi Pagelaran Seni dan Budaya Pesta Ponan di Dusun Lengas, Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir, Sabtu (12/3) malam kemarin.

Pertama, menghimbau masyarakat menjaga kelestarian lingkungan, dan potensi wisata dengan tidak melakukan pengrusakan salah satunya menebang pohon tanpa ijin. Sebab semua yang dilakukan masyarakat sangat tergantung kepada alam, termasuk adat atau tradisi Ponan. “Dalam lima tahun kedepan pemerintahan bertekad untuk mengembangkan wisata berbasis lingkungan dalam konteks optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan guna meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat Sumbawa,” kata Haji Mo akrab Wakil Bupati disapa.

Kedua, kepada para orang tua, pemuka masyarakat, pemangku adat, seniman dan budayawan, agar turut mendorong kreatifitas para generasi muda yang lebih produktif. Karena generasi mudalah yang akan meneruskan semua tradisi budaya ini di masa-masa mendatang. Selain itu mendorong generasi muda kreatif dan produktif tanpa narkoba, tanpa miras, tanpa pergaulan bebas dan semacamnya adalah kewajiban semua pihak sehingga Kabupaten Sumbawa yang berdaya saing dan berdaya unggul mampu diwujudkan oleh para generasi muda Sumbawa yang hebat.

Ketiga, lanjut Haji Mo, menginstruksi kepada Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, Bappeda dan stakeholder terkait segera merumuskan dan menyampaikan konsep penetapan Desa Poto khususnya yang telah melestarikan Adat Ponan atau dengan beberapa desa lainnya yang potensial pariwisata di Kabupaten Sumbawa sebagai Desa Wisata sehingga akan mempermudah bagi instansi lainnya mengeroyok dengan program-program yang selaras.

Baca Juga  Fraksi Golkar Identifikasi Beragam Masalah Daerah

Tiga instruksi dan permintaan ini, kata Haji Mo, berangkat dari keikutsertaan Bupati Sumbawa bersama Wakil Gubernur NTB, Danlanal, Ketua Dprd Sumbawa dan seluruh Kepala Daerah se Pulau Sumbawa dalam Ekspose Rencana Peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Teluk Saleh, Moyo, Tambora (Samota) yang berbasis maritim di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Karang Pilang mengelilingi Teluk Saleh mulai dari Pelabuhan Badas sampai Calabai. Sebuah anugerah yang besar diberikan Allah SWT kepada Kabupaten Sumbawa. Perairan utara Kabupaten Sumbawa yang berada di sekitar Teluk Saleh sangat indah dan menyimpan potensi pariwisata maritim yang luar biasa. Gugusan pulau-pulau kecil antara lain, Dangar, Ngali, Dempu, Tapan, Rakit, dan Moyo sangat menjanjikan untuk menarik para pelaku wisata berinvestasi di sana. “Melihat kondisi ini, saya bersama seluruh jajaran pemerintah daerah berkeyakinan bahwa apa yang kita cita-citakan untuk membangun Sumbawa yang hebat dan bermartabat bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan, tentunya juga mutlak harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat Sumbawa,” ucap Haji Mo seraya menyatakan melalui pintu masuk sektor pariwisata inilah peluang besar yang harus disongsong bersama oleh pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha dengan akselerasi persiapan yang harus dilakoni secara serius, kolaburatif dan bertanggung jawab. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.