Resah, Warga Tambora Minta Dua Tower Dihilangkan

oleh -7 views

SUMBAWA BESAR, SR (09/03/2016)

Hidup dalam keresahan, itulah yang dirasakan warga di Lingkungan Gang Tambora, Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa. Selama ini mereka dihantui dengan bahaya dari keberadaan dua tower, yakni tower XL dan tower Indosat yang berdiri tegak di dalam komplek Hotel Tambora Sumbawa sejak puluhan tahun silam. Mereka berharap agar ijin tower dimaksud dapat ditinjau ulang dan tidak diperpanjang, karena warga kompak melakukan penolakan. Aspirasi ini sempat disampaikan warga setempat saat kegiatan Reses Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Kamaluddin ST M.Si. Warga meminta wakil rakyat dari Fraksi PPP itu dapat menfasilitasi mereka dengan pemerintah daerah selaku pihak yang berwenang dalam penerbitan perijinan.

Subarjo, Ketua RT 01 RW 09 Kelurahan Brang Biji
Subarjo, Ketua RT 01 RW 09 Kelurahan Brang Biji

Ketua RT 01 RW 09 Kelurahan Brang Biji, Subarjo menilai keberadaan tower dimaksud mendatangkan mudharat dan meresahkan. Ia menuturkan, awal keberadaan tower pada Tahun 2007  mereka sempat diminta mengumpulkan KTP tanpa menjelaskan untuk kepentingannya. Bahkan ketika mulai dibangun dan hanya berjarak satu meter dari rumahnya, sempat dia bertanya, tapi pekerja dan pengawas hanya mengatakan itu proyek kecil-kecilan. Karena mengira ada pembangunan untuk kepentingan warga, mereka mau membubuhkan tandatangan persetujuan. Dengan berjalannya waktu ternyata proyek dimaksud adalah tower Indosat setinggi 72 meter. Karena sudah terlanjur warga dapat dimakluminya. Namun selang beberapa tahun muncul tower lainnya di lokasi yang sama yakni tower XL tanpa ada sosialisasi apalagi komunikasi dengan warga. Celakanya lagi, ijin tower itu terbit karena ternyata dalam persyaratan tercantum persetujuan warga yang di dalamnya berisi tandatangan. Subarjo menduga data itu dimanipulatif, dengan mengambil surat persetujuan pembangunan tower Indosat untuk dilampirkan menjadi persetujuan pembangunan tower XL. Ini terungkap ketika mereka mendapat fotocopy dokumennya  “Kami tidak pernah tandatangan, apalagi menyetujui keberadaan tower itu. Setahu kami, tandatangan persetujuan untuk tower Indosat, kok bisa ada dilampirkan untuk pembangunan tower XL,” kata Subarjo dalam nada tanya diamini sejumlah warga lainnya.

Baca Juga  Tersangka Baru untuk Kasus PNPM Empang

Keberadaan dua tower itu berdampak negative. Banyak alat elektronik warga yang rusak, meski sempat diberikan kompensasi. Yang parahnya lagi, radiasinya membuat warga kerap sakit-sakitan termasuk istrinya yang mengalami sakit jantung. “Di dapur saya ketika petir menyambar, alirannya membuat badan kesetrum,” aku pensiunan PNS ini. Yang membuat masyarakat resah, sambungnya, adalah ketika musim hujan dan angin kencang. “Kami tidak tenang dan merasa tidak nyaman tinggal di bawah tower. Was-was jatuh menimpa kami. Karena itu kami mohon ijin tower ini tidak diperpanjang,” pungkasnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Kamaluddin ST M.Si berjanji akan menyampaikan kekhawatiran warga ini kepada leading sector terkait bersama komisi tekhnis di DPRD Sumbawa untuk dapat menindaklanjutinya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD