Bantuan PLTS Desa Mungkin, Ada Pungutan dan Tidak Tepat Sasaran

oleh -8 views

SUMBAWA BESAR, SR (03/03/2016)

Tim Pemeriksaan Khusus (Riksus) Inspektorat Daerah Kabupaten Sumbawa membenarkan adanya pungutan yang dilakukan oknum Kades Mungkin, Kecamatan Orong Telu, terhadap warganya yang ingin mendapatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Bukti ini diperoleh Tim Riksus saat turun ke lapangan menindaklanjuti adanya dugaan pungutan liar sebesar Rp 200 ribu per warga. “Memang benar ada pungutan untuk bantuan PLTS ini yang dilakukan oknum pemerintah desa dengan jumlah bervariasi,” kata Sekretaris Inspektorat setempat Ir Syarifuddin M.Si didampingi Anggota Tim Auditor, Indra Purnama SH, Rabu (2/3) kemarin.

Selain adanya pungutan, ungkap Syarifuddin, Tim Riksus juga mengungkap jika bantuan PLTS itu tidak tepat sasaran. Ini diketahui dari hasil wawancara dengan Sekdes Mungkin. Ada beberapa nama warga yang mendapat PLTS tetapi namanya tidak tercantum di dalam SK Bupati dan memang diakui warga dimaksud. Namun untuk mengambil barang itu dari warga yang tidak berhak, sangat sulit karena alatnya sudah terpasang dan telah dinikmati. Selain itu adanya keengganan warga untuk mengembalikan barang-barang tersebut. Pihaknya sudah melakukan pendekatan persuasive meminta pemerintah desa untuk melakukan upaya agar warga yang berhak dapat mendapatkan haknya. “Sudah beberapa upaya dilakukan termasuk meminta bantuan kecamatan, tapi tidak membuahkan hasil,” aku Syarif.

Hingga kini upaya masih terus dilakukan sehingga nama penerima yang tercantum di dalam SK Bupati benar-benar menerima apa yang menjadi haknya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Stop Ilegal Fishing untuk Sumber Daya Perikanan Berkelanjutan

No More Posts Available.

No more pages to load.