Satpol PP Sumbawa Waspadai Eksodus Kalijodo

oleh -5 views

SUMBAWA BESAR, SR (01/03/2016)

Kalijodo—kawasan prostitusi yang berada di Bantaran Kali Angke, Jakarta, kini tinggal riwayat, setelah dilakukan pembongkaran dengan meratakan sejumlah café dan tempat-tempat yang berbau mesum. Gubernur DKI, Basuki Tjahya Purnama atau yang disapa Ahok berencana akan mengembalikan kawasan seluas 1,5 hektar tersebut menjadi kawasan hijau. Dengan tamatlah riwayat Kalijodo bukan berarti ratusan PSK setempat berhenti beroperasi. Muncul kekhawatiran mereka eksodus ke daerah-daerah di luar Pulau Jawa, terutama ke daerah yang di dalamnya terdapat kawasan café. Misalnya di Kabupaten Sumbawa dengan Sampar Marasnya maupun karaoke keluarga yang disinyalir tidak lagi sesuai namanya, serta kawasan café di Maluk Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Terhadap kekhawatiran ini, Satpol PP Sumbawa akan melakukan antisipasi dengan ‘menutup pintu masuk’ eksodus PSK Kalijodo sebagaimana yang pernah dilakukan saat Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menutup Dolly—lokasi prostitusi terbesar di Asia Tenggara.

Salah satu upaya yang dilakukan sebagaimana diungkapkan Kasat Pol PP Sumbawa, Edy Ratno Sanjaya SH kepada SAMAWAREA, kemarin, adalah dengan menggelar operasi ke sejumlah café, karaoke, losmen dan hotel di daerah ini. Selain itu kost-kosan dan penginapan tak lepas dari sasaran operasi. Satpol PP juga menggelar Operasi Yustitie untuk mengidentifikasi para pendatang, serta warga yang belum memiliki identitas kependudukan. “Akan kami lakukan dalam waktu dekat sebagai bentuk antisipasi,” demikian Edy—sapaan akrabnya. (JEN/SR)

CAPTION: Pembongkaran Kalijodo

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Lima Bulan Bertugas di Papua, 99 Anggota Brimob Sumbawa Pulang