Siswa SMKN 1 Sumbawa Unjuk Kerja UKK

oleh -41 views

Siap Disambut Dunia Usaha dan Industri

SUMBAWA BESAR, SR (29/02/2016)

Aplus panjang membahana ketika peragaan busana dan hasil rias kecantikan  ditampilkan para siswa SMK Negeri 1 Sumbawa Besar, Senin (29/2). Peragaan hasil rancangan para siswa yang digelar di halaman sekolah ini merupakan sebagian hasil dari Unjuk Kerja Ujian Kompetensi Nasional mereka. Sebab hasil tata boga dan lainnya juga digelar dalam kesempatan yang sama. Unjuk kerja tersebut merupakan bagian dari Ujian Praktek Nasional yang telah dilaksanakan pada 25—29 Februari 2016. Ujian Nasional itu diikuti 217 siswa terdiri dari 63 siswa Tekhnik Komputer Jaringan (TKJ), 53 Akomodasi Perhotelan, 31 Multi Media, 27 Jasa Boga, 16 Kecantikan, dan 27 siswa Tata Busana. Unjuk kerja ini langsung dinilai tim dari industry local Sumbawa, dan guru kompetensinya. Hadir dalam kesempatan itu Kadis Diknas Sumbawa Sudirman Malik S.Pd, Kepala SMKN 1 Sumbawa, Komite Sekolah, pimpinan Komisi IV DPRD Sumbawa, orang tua siswa dan para pelaku industry di daerah ini.

Busana Muslim rancangan siswi SMKN 1 Sumbawa
Busana Muslim rancangan siswi SMKN 1 Sumbawa

Kepala SMKN 1 Sumbawa, Asari, S.Pd., M.Pd mengatakan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) pada SMK merupakan bagian Ujian Nasional. Hasil UKK ini menjadi indicator ketercapaian SKL siswa SMK. Sedangkan bagi stakeholder atau dunia industri akan dijadikan informasi kompetensi yang dimiliki calon tenaga kerja. “Jadi kurikulum SMK dikembangkan dan dilaksanakan menggunakan pendekatan berbasis kompetensi, maka UKK harus menggunakan metode penilaian berbasis kompetensi,” ungkap Asari.

Baca Juga  Tinjau Langsung UNBK, Wagub Datangi Kelas Satu Persatu

SMKN 1 Sumbawa 5Karena soal UKK ditangani dan dibuat langsung oleh Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan yang disusun bersama dunia usaha industri pusat. Tim penilai dalam UKK ini terdiri dari beragam profesi yaitu bidang pariwisata berasal dari Samawa Transit Hotel, untuk Tekhnik Komputer Jaringan dari Dishubkominfo Sumbawa, Multi Media tim pengujinya dari Multi Media Production, Jasa Boga dinilai Amanwana Resort, Tata Kecantikan dari Anjex Salon, dan Tata Busana dinilai Irwan Sutrisno mantan alumni SMKN 1 Sumbawa Tahun 2002 yang pernah meraih juara dua nasional dan menjadi peserta ASEAN Style. Dalam penilaian mengacu pada SOP dan diarahkan untuk mengukur dan menilai performance peserta uji meliputi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap termasuk membuat suatu produk sesuai standar kompetensi. Selain itu teori kejuruan yang mengukur pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap landasan keilmuan di samping untuk menguji analisa, daya nalar, dan penyelesaian masalah. Nantinya nilai praktek dan nilai teori ini digabung untuk menjadi nilai akhir. “Nilai praktek yang sangat menentukan karena memiliki bobot 70 persen lebih besar dibandingkan teori yang hanya berbobot 30 persen,” ujarnya.

Hal ini cukup beralasan sebab tolok ukur keberhasilan SMK bukan seberapa besar kelulusan siswa yang akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi, tetapi seberapa besar lulusannya diterima di dunia industri dan seberapa banyak yang bisa mandiri. “Cukup banyak lulusan SMKN 1 Sumbawa yang terserap di dunia industry di samping berwirausaha dan melanjutkan study,” jelasnya.

Baca Juga  Kemenristek Dikti Hargai Suplemen Daun Kelor UTS 256 Juta
Kadis Diknas Sudirman Malik dan Kepala SMKN 1 Sumbawa, Asari S.Pd M.Pd
Kadis Diknas Sudirman Malik dan Kepala SMKN 1 Sumbawa, Asari S.Pd M.Pd

Namun demikian teori kejuruan tetap dianggap sangat penting sebagai hasil dari sebuah proses pendidikan selama tiga tahun. Tingginya hasil UN teori kejuruan ini dapat dijadikan pemetaan mutu sebuah SMK, sekaligus dasar penilaian pusat untuk pemberian bantuan.

Untuk diketahui, UN teori kejuruan berbasis computer akan dilaksanakan dalam waktu dekat. SMKN 1 Sumbawa adalah salah satu SMK yang siap melaksanakan UAN berbasis computer. “Kami siap diverifikasi. Kami telah memiliki 3 laboratorium computer dengan jumlah computer mendekati 92 unit atau minimal sepertiga dari jumlah siswa, serta 4 server untuk ujian,” tandasnya.

Sementara itu Kadis Diknas Sumbawa, Sudirman Malik S.Pd dalam sambutannya, mengatakan, SMK adalah sekolah yang harus bisa menciptakan siswa yang mandiri dan produktif. Dan UKK ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi dan kemandirian siswa. “Jika ada kekurangan diperbaiki, dan yang sudah bagus ditingkatkan,” pesannya.

Dirman Malik—akrab Ia disapa juga mengingatkan guru khususnya di SMKN 1 Sumbawa untuk tidak pernah merasa puas dari hasil kerjanya dalam meningkatkan kompetensi siswanya, melainkan terus bekerja ikhlas dan tulus, di samping tetap bersinergi dengan semua pihak terutama dunia usaha dan industry. “Kami berharap hasil kerja ini bermanfaat bagi masyarakat, daerah dan Negara ini,” demikian Dirman Malik. (JEN/SR*)

 

bankntb DPRD DPRD