Sehari, Sumbawa Digoyang Tiga Aksi Demo

oleh -15 views

SUMBAWA BESAR, SR (25/02/2016)

Aparat kepolisian Polres Sumbawa benar-benar dibuat sibuk pada Kamis (25/2) siang tadi. Kekuatan mereka harus terpecah menjadi tiga karena mengurus aksi demo yang berlangsung di tiga lokasi. Sebab unjuk rasa itu digelar tiga kelompok massa dari komponen yang berbeda hampir bersamaan. Dalam mengamankan aksi ini, Polres Sumbawa menerjunkan tiga pleton personil yang diback-up satu pleton anggota Brimob.

Diawali aksi warga Penyaring di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumbawa. Warga yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Untuk Pembaruan Agraria Kabupaten Sumbawa ini menuding adanya subyektivitas Kepala BPN Sumbawa dalam penerbitan sertifikat tanah. Mereka menduga kuat ada mafia tanah di BPN.

Demo BPN 1Aksi berbeda dilakukan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) di Kantor Bupati kemudian bergeser ke DPRD Sumbawa. Mereka mendesak DPRD untuk menetapkan dan mensahkan Ranperda tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat. Menurut mereka, Ranperda ini menjadi satu satu harapan untuk mengembalikan konstitusional masyarakat hukum adat sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi negara UUD 1945 pasal 18 ayat (2) dan pasal 281 ayat (1). Setelah beberapa menit massa AMAN meninggalkan DPRD, gedung wakil rakyat kembali didatangi puluhan massa dari Desa Sejari Kecamatan Plampang. Aksi massa ini mempersoalkan masalah lahan pertanian yang akan dijadikan ladang penggembalaan. Ketiga aksi unjuk rasa ini berlangsung aman dan tertib. Setelah diterima Komisi I DPRD Sumbawa, mereka langsung membubarkan diri. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Dua Pemerkosa, Satu Dilimpahkan ke Jaksa, Satunya ke Polres

No More Posts Available.

No more pages to load.