Kontraktor IGD RSUD Sumbawa Terancam Dipolisikan

oleh -21 views
Gedung IGD RSUD Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (22/02/2016)

Habis sudah kesabaran Heri Suryanto—subkontraktor pembangunan gedung IGD RSUD Sumbawa. Sebab hingga kini kontraktor pelaksana belum membayar hasil pengerjaannya meski sudah selesai sejak Desember 2015 lalu. Yang membuatnya marah dan merasa tertipu setelah dia menerima cek untuk pembelian 11 unit AC di Toko 555 Elektronik. Cek senilai Rp 70 juta itu ternyata kosong. Hal ini diketahui ketika pemilik took hendak mencairkannya di bank. Untuk itu Heri—akrab pengusaha ini disapa, mengancam akan mempolisikan rekanan IGD yang diketahui berdomisili di Kabupaten Bima. Selain menempuh langkah hokum, Heri juga mengancam akan membongkar bangunan tersebut mulai dari keramik, atap, plafon dan lainnya. “Kami beri waktu seminggu sejak hari ini. Jika tidak kami akan mengambil langkah-langkah,” kata Heri kepada sejumlah wartawan di lokasi proyek, Senin (22/2).

Heri Suryanto
Heri Suryanto

Terhadap kenyataan itu, Ia langsung menemui PPK dan kontraktor. Kontraktor yang diminta pertanggungjawabannya, hanya bisa memberikan janji yang sampai sekarang tidak pernah ditepati. “Ada sekitar 600 juta rupiah yang belum dibayar kepada kami selaku pekerja,” ujarnya, seraya berharap kontraktor menyudahi kewajibannya, dengan memenuhi hak para subkontraktor.

Uban Khairil Anwar
Uban Khairil Anwar

Uban Khairil Anwar—sepupu dari Heri mendukung langkah hukum dan pembongkaran paksa beberapa bagian dari bangunan itu. Sebab bagian itu dibangun menggunakan bahan-bahan yang disediakan subkontraktor namun belum dilunasi kontraktor pelaksana. Uban yang juga pegiat LSM ini sangat menyesalkan sikap kontraktor. Selain belum membayar hasil pengerjaan subkontraktor, juga diduga melakukan penipuan dengan memberikan cek kosong kepada sepupunya. “Kami akan mengawal persoalan ini hingga tidak ada lagi yang dirugikan.

Baca Juga  Hambat Penyebaran Corona, Satpol PP KSB Tutup Tempat Hiburan Malam

Sementara Kontraktor Pelaksana gedung IGD tidak bisa dihubungi. Wartawan media ini sudah menghubungi nomor handphonenya berkali-kali, namun tidak aktif. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD