Dihimbau Camat, Dua Cafe di Batu Guring Tutup

oleh -118 views

SUMBAWA BESAR, SR (22/02/2016)

Upaya persuasif yang dilakukan pemerintah Kecamatan Alas Barat untuk menutup cafe di wilayah Batu Guring, mulai membuahkan hasil. Surat himbauan bernomor 38/Trantib/2016, prihal himbauan tertanggal 15 Februari 2016 yang dilayangkan belum lama ini telah direspon beberapa pemilik cafe. Terbukti saat ini sudah dua orang pemilik cafe yang secara sadar menutup operasionalnya. Adalah Cafe Roxy milik H Jabar dan Cafe Helena milik Angko—keduanya warga Desa Labuan Mapin, resmi ditutup sejak 15 Februari 2016 atau hari pertama himbauan itu diterima.

Cafe LesehanCamat Alas Barat, Drs Iwan Sofian yang dikonfirmasi SAMAWAREA, membenarkan hal itu. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemilik cafe yang secara menutup operasionalnya. Langkah dua pemilik cafe ini dapat diikuti oleh sejumlah pemilik cafe lainnya. Untuk diketahui ada 10 cafe yang berada di Batu Guring. Dengan ditutupnya dua cafe, berarti tinggal 8 cafe yang masih beroperasi. Cafe ini adalah Cafe Lesehan milik Ibu Ayu (Mapin Kebak), Cafe Bambu Runcing milik Abdul Muin (Usar Mapin), Cafe Bujang milik Abdul Wahid (Desa Labuan Mapin), Cafe Hollywood milik Burhanuddin (Desa Senayan Kecamatan Poto Tano), Cafe Siren milik Agus (Desa Dalam Kecamatan Alas), Cafe Leo milik Ibu Aan (Kecamatan Alas), Cafe Century milik Ibu Ida (Kecamatan Alas), dan Cafe Bintang milik Syafruddin warga Seteluk Atas, Kecamatan Seteluk.

Baca Juga  Kantongi Lacak Balak, TNI Lepas Lima Truk Kayu

Terhadap kedelapan cafe ini, Camat tetap akan memberikan surat himbauan kedua sambil menunggu kepastian dilakukannya operasi gabungan Satpol PP Sumbawa dan KSB yang dikoordinir langsung Satpol PP Provinsi NTB. “Kami berharap seluruh cafe ini tutup sebelum deadline waktu yang diminta masyarakat hingga akhir bulan ini, untuk menghindari adanya bentrok fisik yang merugikan kita semua,” pintanya.

Cafe Batu GuringCamat mengakui hampir setiap hari didatangi warganya untuk mengingatkan aksi yang akan mereka lakukan jika aparat Satpol PP tidak merespon desakan tersebut. Bukan hanya masyarakat Alas Barat yang menolak keberadaan cafe di Batu Guring ini, tapi sudah meluas hingga Kecamatan Buer dan Alas. Sebab dampak negatif yang ditimbulkan akibat keberadaan cafe tersebut tidak hanya dirasakan warga Alas Barat tapi juga dua kecamatan tetangga tersebut. “Sebagai pemerintah kecamatan kami ingin kondusifitas Alas Barat tetap terjaga. Kami terus melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk tidak bertindak anarkis, dan kepada pemilik cafe untuk segera menutup aktivitasnya, serta berkoordinasi dengan Satpol PP untuk segera mengambil tindakan penertiban,” ujarnya, seraya mengaku bersama unsur muspika di Alas Barat terus melakukan pemantauan melihat sejauhmana tindaklanjut surat himbauan camat oleh pemilik cafe. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.