Baru Dibangun, Plafon IGD RSUD Sumbawa Ambruk

oleh -3 views

SUMBAWA BESAR, SR (22/02/2016)

Plafon gedung baru Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sumbawa seketika ambruk. Beruntung saat kejadian situasi sepi karena tidak ada orang atau pekerja. Ambruknya sebagian plafon bangunan megah itu sungguh ironis. Pasalnya bangunan itu baru dibangun dan belum diserahterimakan meski secara kasat mata pengerjaannya sudah tuntas.

Dari para pekerja setempat yang ditemui SAMAWAREA mengatakan, plafon yang berada di bagian teras ini ambruk akibat hujan yang mengguyur kemarin malam. Diduga kuat air itu masuk melalui atap yang bocor lalu mengendap di plafon. Makin lama beban kian berat membuat plafon tak mampu menahannya hingga akhirnya amruk. Mereka mengaku sudah memperbaiki plafon itu sebanyak dua kali, namun masih saja ambruk.

Sementara Heri Suryanto—subkontraktor dari rekanan yang mengerjakan bangunan itu mengaku kerusakan plafon itu sudah menjadi tanggung jawab rekanan. Sebab mereka sudah mengerjakannya secara tuntas. “Ini sudah bukan tanggung jawab kami karena kami sudah menyelesaikan pekerjaan sejak Desember 2015 lalu,” kata Heri. Keberadaan mereka tetap bertahan di lokasi proyek, diakui Heri, karena kontraktor pelaksana belum membayar hasil pengerjaannya.

Direktur RSUD Sumbawa, dr Selvi yang coba ditemui di kantornya, tidak berada di tempat. Menurut stafnya, dirut enerjik itu sedang melaksanakan tugas dinas keluar daerah. Demikian dengan Kabag TU, H Ahmadi yang juga tidak berada di ruangannya karena ijin menjenguk orang tuanya yang sedang sakit. Secara terpisah, Kontraktor Pelaksana, H Herman yang dihubungi via telepon seluler gagal dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi handphonenya dalam keadaan mailbox.

Baca Juga  Cara Unik Mantri Gani Caleg Hanura Lakukan Sosialisasi

Sejumlah warga menyayangkan kondisi bangunan IGD baru itu. Mereka mensinyalir pengerjaannya asal-asalan sehingga plafon yang baru dibangun tidak bertahan lama. “Ini fasilitas public yang kualitasnya harus terjamin. Jika bangunan rapuh bisa membahayakan jiwa masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan di IGD setempat,” tukas warga yang enggan disebutkan identitasnya.

Karenanya masyarakat selaku penerima manfaat berharap pemerintah daerah melalui leading sector terkait maupun DPRD khususnya yang menangani bidang infrastruktur dan kesehatan dapat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi bangunan. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD