Dikes Sumbawa Sosialisasi PIN untuk Eradikasi Polio

oleh -10 views

SUMBAWA BESAR, SR (16/02/2016)

Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa menggelar kegiatan advoksi, sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio Tahun 2016. Kegiatan itu dirangkaikan dengan pembentukan Kelompok Kerja Eradikasi Polio Tingkat Kabupaten di Aula Kantor Bupati, Selasa (16/2).

Sekretaris Dikes Sumbawa, Junaidi M.Si dalam sambutannya menyampaikan, imunisasi merupakan salah satu kegiatan prioritas Kementerian Kesehatan, sebagai salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah untuk mencapai milenium development goals khususnya menurunkan angka kematian pada anak. Eradikasi polio merupakan kondisi apabila tidak ditemukan virus polio indigenous selama 3 tahun berturut–turut di suatu wilayah/negara yang dibuktikan dengan survelans AFP (Acut Flaccit Paralysis) sesuai standar tersertifikasi. Eradikasi polio secara global akan memberi keuntungan secara finansial. ‘’Indonesia melakukan beberapa rangkaian kegiatan yaitu kampanye polio dan menyelenggarakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) tanggal 8 hingga 15 Maret 2016. Adanya peralihan vaksin trivalen oral polio vaccine (IPV) yang secara merata akan digunakan Juli 2016 pada akhir tahun 2020 diharapkan penyakit polio telah berhasil dihapus dari seluruh dunia,’’ terangnya.

PIN Polio 1Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, cakupan telah melebihi 90%, namun tidak merata di seluruh provinsi. Tahun 2015, data polio 4 di Provinsi NTB sebesar 99,7%. Sedangkan data Kabupaten Sumbawa cakupan polio tahun 2014 sebesar 87,4% dan tahun 2015 mencapai 86,9%. Penemuan kasus AFP tahun 2014 adalah 4 kasus (100%) dan tahun 2013 menurun menjadi 3 kasus (75%). Kegiatan tersebut digelar dengan tujuan untuk melakukan sosialisasi dan koordinasi agar seluruh elemen masyarakat terkait secara aktif terlibat dalam mensukseskan terselenggaranya PIN Polio 2016 sekaligus mengetahui persiapan pelaksanaan PIN di kabupaten/kota.

Baca Juga  Positif Corona di NTB Jadi 4 Orang

Sementara itu Penjabat Bupati Sumbawa diwakili Asisten Pemerintahan, Dr H Muhammad Ikhsan M.Pd berharap, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan sukses serta dapat menjadi wahana sosialisasi sekaligus antisipasi kemungkinan timbulnya berbagai penyakit, baik yang disebabkan oleh virus, bakteri lingkungan, atau sebab lain dalam rangka membangun kekebalan tubuh seluruh balita di Kabupaten Sumbawa. Imunisasi polio memiliki arti penting bagi upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Sebab tujuan dicanangkannya pekan imunisasi nasional polio ini adalah untuk memberantas virus penyakit polio di Indonesia yang juga merupakan komitmen global dari organisasi kesehatan dunia (WHO). ‘’Karena itu, melalui kesempatan ini, saya meminta kepada seluruh petugas kesehatan mulai dari RSUD, puskesmas dan posyandu dapat melaksanakan program ini dengan penuh kesungguhan dan kepedulian. Begitu pula kepada seluruh masyarakat, terutama yang memiliki balita, agar dengan kesadaran yang tinggi dapat ambil bagian dalam kegiatan pekan imunisasi nasional polio ini,’’ tandasnya.

Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Kesehatan terus berupaya melakukan eradikasi (menghilangkan samasekali) kasus polio di daerah ini. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah melalui pelayanan imunisasi kepada semua bayi dan balita secara cuma-cuma di semua sarana pelayanan kesehatan milik pemerintah dan posyandu. Namun disadari bahwa upaya ini belum membuahkan hasil yang maksimal, sebab masih ditemukannya kasus campak di beberapa wilayah. Sementara untuk kasus polio, sudah tidak ada. Tentu hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi semua pihak untuk terus berupaya menekan kasus campak dan mempertahankan bebas polio di Kabupaten Sumbawa. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD