Pembuatan Jalan Paving Blok Dihentikan Warga Brang Bara

oleh -23 views

Desak Tinggikan Tanggul dan Pembuatan Talud

SUMBAWA BESAR, SR (11/02/2016)

Pemasangan paving blok di jalan bantaran sungai Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, terpaksa dihentikan warga setempat. Mereka tidak setuju dengan proyek yang berasal dari Program P2KKP (Program Peningkatan Kualitas Kawasan Pemukiman) ini. Pasalnya pemasangan paving blok tersebut dinilai tidak sesuai harapan masyarakat yang lebih menginginkan pembuatan talud dan meninggikan tanggul.

Ishak—perwakilan masyarakat Brang Bara kepada SAMAWAREA, Kamis (11/2), menyatakan warga tidak menolak pemasangan paving blok tersebut tapi menghentikan pelaksanaannya karena belum waktunya. Keinginan masyarakat Brang Bara saat ini adalah melanjutkan pembangunan (meninggikan) tanggul pengamanan sungai sekaligus membuat talud. Jika hal ini tidak dilakukan maka kondisi tanggul tidak sama rata dengan tanggul yang dibuat sebelumnya, sehingga banjir tetap mengancam pemukiman warga terutama yang tinggal di bantaran sungai. “Jadi, meninggikan tanggul dan pembuatan talud lebih urgen ketimbang pemasangan paving blok,” ujar Ishak.

Tanggul dan talud sudah menjadi isu utama di Brang Bara, bahkan jauh sebelumnya sudah direncanakan bersama pimpinan DPRD Sumbawa, Kamaluddin ST M.Si saat reses, karena dianggap mampu mengatasi persoalan warga selama ini terutama saat musim penghujan. Untuk itu warga tidak menghendaki tindakan sepihak kelurahan yang terkesan memaksakan kehendak memasang paving blok tanpamelihat kepentingan masyarakat. “Kami warga Brang Bara berhak melakukan kontrol dan memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi dengan meminta agar pemasangan paving blok dihentikan dulu, karena secara ekonomis merugikan anggaran desa. Secara logika ketika dipasang paving, maka nanti tidak ada lagi peninggian tanggul dan pemasangan talud. Sebab paving blok terancam dibongkar ketika nanti dilakukan pemasangan talud maupun pengerjaan tanggul. Artinya dahulukan tanggul dan talud dulu baru pasang paving blok,” saran Ishak.

Baca Juga  NTB Kini Mampu Mengelola Sampah Plastik Jadi Solar, Sehari 12 Ribu Liter

Hal senada dikatakan Santo—perwakilan warga lainnya. Selain paving blok belum dibutuhkan, warga menilai pengerjaan proyek itu tidak transparan karena panjang dan berapa anggaran dalam pelaksanaan proyek tidak terpasang di lokasi. Ia mengaku telah diundang dan mengikuti pertemuan di kantor kelurahan. Mewakili warga, dia tetap menolak untuk dilanjutkannya pemasangan paving dan mendesak agar tanggul ditinggikan sekaligus dengan taludnya. Tapi pihak kelurahan tetap memaksa agar pemasangan paving blok terus berlanjut.

Menanggapi hal itu, Lurah Brang Bara melalui Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan (Kasi Ekbang), Sukiman ST, menjelaskan jika pembuatan jalan dengan pemasangan paving di sepanjang bantaran sungai Brang Bara bagian dari pelaksanaan program P2KKP, sudah melalui mekanisme. Sebelum proyek ini berjalan, seluruh ketua RT dan RW se Kelurahan Brang Bara diundang ke Kantor Lurah untuk bermusyawarah untuk menjaring usulan dari masing-masing RT. Setelah rembug, seluruh ketua RT dan RW sepakat mengalokasikan program itu di RT 03 RW 01 dengan produk pembuatan jalan paving blok. Dari kesepakatan ini, tim teknis membuat perencanaan dengan desain sesuai ketersediaan anggaran. Pembuatan jalan paving blok ini dikerjakan secara swadaya oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dengan panjang 168 meter dan lebar 2,5 meter. Sejak dikerjakan pada Senin lalu, saat ini pemasangan paving tersebut sudah mencapai seratusan meter.

Sukiman mengemukakan alasan mengapa memprioritaskan paving blok daripada tanggul dan talud, karena ada kekhawatiran terjadi tumpang tindihnya program. Sebab talud dan tanggul itu sudah diusulkan melalui Musrembang dan telah terakomodir di Dinas PU untuk dikerjakan Tahun 2016 dengan nama Penguatan Tebing Sungai Brang Bara senilai Rp 168 juta. Selain itu Lurah Brang Bara juga sudah mengajukan usulan melalui Musrembang 2016 untuk kelanjutan program yang sama agar direalisasikan pada Tahun 2017.

Baca Juga  Kades Sepayung Amankan Bantuan Kelompok Tani Tambak Fiktif

Mengenai adanya protes warga soal paving itu, Sukiman mengaku sudah mengundang perwakilan warga siang tadi dan pertemuan tersebut dihadiri Lurah, Ketua RW dan Ketua BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat). Persoalan itu sudah dijelaskan. Tak hanya itu, pihaknya juga sudah turun ke lokasi menyerap aspirasi warga di sekitar lokasi proyek, dan semuanya setuju untuk kelanjutan pembuatan jalan paving blok tersebut. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.