Tim Reaksi Cepat BPBD Sumbawa Diperiksa Polisi

oleh -7 views

SUMBAWA BESAR, SR (06/02/2016)

Sejumlah anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa diperiksa penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Reserse dan Kriminal Polres Sumbawa. Mereka dimintai keterangan terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana tanggap darurat pencarian Pesawat Latih Liberti XL2. Pesawat yang diawaki dua orang yang salah satunya berkewargaan negara Singapore ini dilaporkan hilang di Perairan antara Pulau Moyo dan Limung, Kecamatan Moyo Utara Tahun 2014 lalu. Sebelum anggota TRC ini diperiksa, sudah banyak saksi yang dimintai keterangan.

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK yang dikonfirmasi SAMAWAREA kemarin, mengatakan, pemeriksaan anggota TRC ini untuk memastikan apakah mereka sudah menerima honor dalam melakukan pencarian pesawat tersebut. Sebab setiap anggota TRC yang merupakan gabungan BPBD, Polri, TNI, dan Pol PP dengan jumlah 75 orang ini berhak mendapatkan upah berupa uang lelah, makan, minum dan BBM. Menurut Kapolres, pemeriksaan ini masih dalam tahap klarifikasi. Pihaknya masih mendalami kasus tersebut untuk mengetahui kebenaran dari laporan yang diterima.

Untuk diketahui, pemerintah pusat melalui BNPB mengucurkan anggaran sebesar Rp 234 juta guna mencari Pesawat Latih Liberti XL 2 yang jatuh di perairan antara Pulau Moyo dan Limung, Kecamatan Moyo Utara akhir 2014 lalu. Anggaran itu berdasarkan usulan BPBD Sumbawa. Namun dalam perjalanannya penggunaan anggaran itu dipertanyakan hingga akhirnya ditangani penyidik kepolisian dan sejauh ini sudah 35 orang saksi yang telah dimintai keterangan termasuk Kabid Kedaruratan BPBD, Bendahara Pengeluaran BPBD, Sekretaris BPBD dan sejumlah anggota TRC. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Parkiran Puskesmas Plampang Mulai Tidak aman

No More Posts Available.

No more pages to load.