Jokowi ke Lenangguar Dikhabarkan Menggunakan Helikopter

oleh -32 views

SUMBAWA BESAR, SR (04/02/2016)

Presiden Joko Widodo direncanakan akan berkunjung ke Dusun Pemangong, Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, menggunakan helikopter. Heli yang membawa presiden dan rombongan ini dikhabarkan akan bertolak dari Mataram selepas pembukaan Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke 70, mendarat di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin. Selanjutnya terbang ke Lenangguar untuk melakukan peletakan batu pertama Pembangunan Masjid di Pondok Pesantren Modern “Dea Malela” milik Prof Dr Dien Syamsuddin—Ketua Umum PP Muhammadiyah yang juga Tokoh Islam dunia. Informasi yang diperoleh SAMAWAREA, ada dua lokasi yang disiapkan untuk pendaratan Helikopter yang ditumpangi RI 1 yaitu Lapangan Lenangguar dan Heliped milik PTNNT di Lamurung, Desa Ledang. Lamurung menjadi lokasi alternatif yang representatif. Apalagi jarak Lamurung ke Ponpes Dea Malela hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit, dan tidak terlalu jauh.

Heliped alternatif milik PTNNT di Lamurung
Heliped alternatif milik PTNNT di Lamurung

Untuk persiapan penyambutan Presiden Jokowi, Penjabat Bupati Sumbawa didampingi Kapolres AKBP Muhammad SIK, Dandim Letkol Inf Agus Supriyanto, Kadis PU Ir A Rahim, Camat Lenangguar Tajuddin SH, Kabag Humas dan Protokol Rachman Ansori M.SE, serta Koordinator Peletakan Batu Pertama H Asaat Abdullah ST melakukan survey lokasi, Kamis (4/2) pagi. Pemda ingin memastikan lokasi penyambutan dan peletakan batu pertama sudah siap, di samping keamanan dan kenyamanan Presiden beserta rombongan dalam berkunjung.

Koordinator Peletakan Batu Pertama Masjid Dea Malela, H Asaat Abdullah ST mengatakan, heliped yang akan didarati Helikopter kepresidenan sudah siap. Selain lokasi inti, juga disediakan lokasi pendaratan alternative. Kesiapan juga terlihat di lokasi peletakan batu pertama. “Semua sudah siap,” kata Haji Saat—akrab mantan Kadis PU ini disapa.

Baca Juga  Mantapkan Mesin Partai, Hanura Sumbawa Terus Konsolidasi
Rusunawa Ponpes Dea Malela yang pembangunannya baru mencapai 80 persen
Rusunawa Ponpes Dea Malela yang pembangunannya baru mencapai 80 persen

Untuk diketahui, ungkapnya, Masjid Dea Malela ini berukuran 36 X 36 meter dengan konstruksi beton. Masjid ini nantinya berarsitektur Samawa. Pembangunan masjid ini berada di komplek Ponpes dengan luas lahan sekitar 3 hektar. Di lahan itu juga telah berdiri satu unit rusunawa telah konstruksinya sudah mencapai 80 persen. Untuk mencapai Ponpes Dea Malela dari Kota Sumbawa Besar membutuhkan waktu 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan. Dari jalan raya pusat Kecamatan Lenangguar menuju lokasi Ponpes hanya sekitar 300 meter dengan jalan yang sudah dihotmix. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD