BAZNAS Sumbawa Bantu Tagihan RSUD untuk Pasien Miskin

oleh -27 views

SUMBAWA BESAR, SR (03/02/2016)

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumbawa menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah kepada tiga warga tergolong fakir dan miskin, Rabu (3/2). Ketiganya adalah Idris (57) warga Kelurahan Bugis Kecamatan Sumbawa, Abdul Malik (50) warga Desa Berare Kecamatan Moyo Hilir dan Siti Sarah (31) warga Desa Mama Kecamatan Lopok. Ketiganya menderita sakit yang cukup parah. Namun belum sempat memberikan bantuan pengobatan, dua di antaranya, Idris dan Abdul Malik meninggal dunia, kemarin. Bantuan itupun diterima oleh ahli warisnya masing-masing.

Sebelumnya Idris dirawat di RSUD Sumbawa. Dalam menjalani perawatan, Idris dikategorikan sebagai pasien umum karena tidak mengantongi BPJS atau dokumen lainnya. Beruntung ada dana Bansos yang dialokasikan Pemda Sumbawa sehingga biaya selama perawatan digratiskan. Namun Idris didiagnosa mengalami gagal ginjal sehingga harus dirujuk ke Mataram. Tentu saja Idris dan keluarga tidak mampu, apalagi Bansos dari pemerintah ini hanya dapat digunakan untuk penanganan medis di wilayah Sumbawa. Upaya untuk mendapatkan BPJS untuk kalangan tidak mampu sudah diupayakan melalui Dinas Kesehatan. Tapi instansi tersebut belum mengeluarkan kartu BPJS dengan dalih blangko habis dan akan diterbitkan April mendatang. Akhirnya Idris terpaksa mendapat perawatan secara tradisional di rumah meski alat kateter (alat saluran kencing) masih tetap menempel. Dengan kondisi ekonomi ini, Idris kesulitan mendapatkan pelayanan medis karena semuanya menggunakan biaya. Bahkan untuk mengganti atau membuka kateter saja, tetangga harus mengumpulkan uang membantu Idris. Sungguh miris. Akhirnya Idris melalui keluarganya meminta bantuan Baznas Sumbawa. Bantuan ini dimaksudkan selain untuk mengontrol kesehatan di rumah sakit, juga untuk asupan gizi guna membantu proses penyembuhan. Namun belum sempat dana bantuan itu dikucurkan Baznas, Idris menghembuskan napas terakhir, Selasa (2/2) kemarin. Meski demikian Baznas tetap memberikan bantuan tersebut sekaligus menghadiri acara pemakaman almarhum, Rabu (3/2) pagi tadi. Bantuan itu diserahkan oleh Ketua Baznas, Drs Ahmad Syaichu Rauf, didampingi dua pengurus lainnya, H Syaifullah SH, dan H Ali Tundru. Sedangkan bantuan untuk Siti Sarah diserahkan langsung ke kepada yang bersangkutan yang masih dalam perawatan medis di Zaal Bedah RSUD Sumbawa. Siti Sarah mendapat bantuan ini setelah sempat kelimpungan dengan tagihan dari RSUD Sumbawa. Sama seperti almarhum Idris, Siti Sarah masuk pertamakali di RSUD dengan status pasien umum. Sehari setelah itu, Siti Sarah mengurus SKTM karena memang benar-benar keluarga tidak mampu guna mendapat rekomendasi Dinas Sosial untuk dana Bansos. Tapi rekom dari Disos ini tidak bisa berlaku mundur untuk menanggulangi tagihan pada hari pertama pasien masuk rumah sakit. Dengan bantuan Baznas inilah, tagihan itu bisa teratasi.

Baca Juga  Festival Pesona Bau Nyale, Tradisi Kebanggaan NTB
Penyerahan Bantuan saat pemakaman almarhum Idris
Penyerahan Bantuan saat pemakaman almarhum Idris

Ketua Baznas Sumbawa, Ahmad Syaichu Rauf, berharap bantuan yang alakadarnya itu dapat dimanfaatkan oleh penerima maupun ahli warisnya bagi yang meninggal dunia. Selain tiga orang ini, sebelumnya Baznas Sumbawa  telah mendistribusikan zakat kepada 28 sekolah semua jenjang pendidikan dalam bentuk program Besikir (Beasiswa Fakir Miskin). Karena itu Ia menghimbau kepada para pengusaha agar menggugah karyawannya  menyisihkan sebagian rejeki untuk berzakat. Seluruh zakat, infaq dan shadaqah yang diberikan akan dikelola secara amanah dan didistribusikan kepada yang berhak menerimanya. Selain itu Ustad Syaichu—sapaan akrabnya, juga berharap kepada pemerintah daerah dapat membuat regulasi untuk menjadi bahan acuan terutama bagi PNS dalam berzakat. “Semua zakat, infaq dan shadaqah yang kami terima akan dikelola secara profesional dan bertanggungjawab,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

bankntb DPRD DPRD