Polres Sumbawa Waspada

oleh -2 views

SUMBAWA BESAR, SR (02/02/2016)

Jajaran Polres Sumbawa terus meningkatkan kewaspadaan dalam menyikapi kondisi keamanan secara nasional sekaligus menjaga wilayah hukumnya agar tetap kondusif dan bebas dari paham radikal. Pasalnya, Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu daerah yang kerap dijadikan perlintasan dan transit “orang-orang asing” maupun kemungkinan anggota organisasi radikal. “Kami akan tetap waspada. Ketika ada informasi orang yang mencurigakan kami segera bertindak untuk melakukan antisipasi,” kata Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK, kemarin.

Pasalnya berdasarkan peta, Kabupaten Sumbawa rawan terjadinya penyebaran ajaran radikal. Terlebih lagi daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Bima yang dinilai cukup rawan dengan kegiatan radikal. Pihaknya sudah menginstruksikan kepada masing-masing kapolsek untuk mengambil langkah antisipasi agar paham radikal tidak masuk ke Sumbawa. Namun upaya polisi dinilai tidak maksimal tanpa dukungan semua pihak terutama pemerintah daerah mulai dari atas hingga tingkat RT. Menurutnya kepala lingkungan lebih paham dengan situasi dan mudah mendeteksi siapa-siapa yang berada di lingkungannya. “Kami minta peran aktifnya untuk mendata penghuni kos-kosan, penginapan dan sejenisnya di lingkungan masing-masing. Jika ada yang mencurigakan segera lapor polisi,” pinta Kapolres.

Terkait hal ini, Kapolres akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menggelar operasi Yustisi yaitu melakukan pendataan penduduk guna menjaring warga yang tidak memiliki KTP dan identitasnya yang tidak jelas. Demikian dengan kendaraan yang tidak beroperasi di wilayah Sumbawa juga akan diperiksa, terutama yang bernopol luar NTB. “Ini langkah polisi untuk melakukan deteksi dini sehingga sekecil apapun potensi yang bakal menimbulkan kerawanan keamanan dapat dicegah,” pungkasnya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Pemprov NTB, Polda NTB, dan Korem 162/WB Raih Penghargaan dari LEMKAPI