Lima Pegawai Kementerian ESDM Diperiksa Polisi

oleh -14 views

SUMBAWA BESAR, SR (02/02/2016)

Sedikitnya lima pegawai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memenuhi panggilan penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, Senin (1/2) kemarin. Mereka dimintai keterangan terkait dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Labangka, Kecamatan Labangka, Sumbawa. Kelima orang yang dimintai klarifikasi tersebut adalah Ketua Panitia Lelang Ezron MD Tapparan bersama anggotanya Aris Sudarto dan Suwondo Ari Prayogo. Selain itu, Panitia Penerima, Ajeng Irvi LS dan Marni Wahyuni. Mereka diperiksa terpisah selama hampir 7 jam dari pukul 11.00 hingga 17.00 Wita.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi SAMAWAREA melalui AKP Tri Prasetiyo, pemeriksaan sejumlah pegawai Kementerian ESDM ini untuk mengetahui tugas dan tanggungjawabnya dalam proyek tersebut. Dalam keterangannya, mereka menegaskan jika proyek itu sudah terlaksana sesuai prosedur dan tidak ada persoalan. “Apapun keterangan mereka, kami akan terus melakukan pendalaman dan disingkronkan dengan keterangan pihak terkait lainnya,” kata AKP Tri—sapaan akrab Kasat Reskrim yang masih lajang ini.

PLTS Bermasalah 1Untuk diketahui proyek PLTS Interkoneksi 1 Mega Watt di Kecamatan Labangka ini belum bisa dimanfaatkan. Proyek ini merupakan proyek pusat senilai total Rp 31,8 miliar. Sebagian dari dana itu dialokasikan ke Sumbawa untuk membangun 70 unit pembangkit. Namun hanya 38 unit yang bisa dimanfaatkan dan diduga proyek tersebut tidak sesuai spesifikasi.

Baca Juga  Anggota TNI Dites Urine, Positif Langsung Dipecat

Sebelumnya proyek PLTS ini atas usulan Pemda Sumbawa kepada Gubernur. Setelah diverifikasi, usulan itu disetujui dengan lokasi pembangunan di Kecamatan Labangka. Kendati telah dibangun sampai saat ini belum ada penyerahan dari Kementerian ESDM kepada Pemda Sumbawa. Alasannya masih terkendala persoalan tekhnis. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.