Tersangka Korupsi Honor Petugas Bedah Rumah Jadi Tahanan Jaksa

oleh -18 views
Iwan Kurniawan SH
Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, Iwan Kurniawan SH

Satu Tersangka Sudah Divonis

SUMBAWA BESAR, SR (27/01/2016)

Tersangka dugaan korupsi Honor Tenaga Pendamping Program Bedah Rumah KSB berinisial HN kini menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Sumbawa. Hal ini menyusul pelimpahan tersangka dan barang bukti oleh penyidik kepolisian Polres Sumbawa Barat setelah berkas perkarannya dinyatakan lengkap (P21).

Kajari Sumbawa melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Iwan Kurniawan SH, Selasa kemarin, mengakui HN telah menjadi tahanan kejaksaan.HN merupakan Bendahara Pengeluaran di BPM-PD KSB. Tersangka diduga turut serta memperkaya orang lain. “Saat ini tersangka sudah dititipkan di Lapas Sumbawa untuk 20 hari ke depan,” kata Iwan—akrab jaksa muda ini disapa.

Untuk proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram, pihaknya sedang menyiapkan dakwaan sebagai kelengkapan administrasi dan sejauh ini berkas perkara dan barang bukti sudah cukup lengkap. Sebelum HN, tersangka lainnya berinisial HPS sudah divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Mataram selama empat tahun penjara. Namun HPS keberatan dengan putusan majelis hakim dan mengajukan banding.

Kasus dugaan korupsi tersebut terjadi Tahun 2013 lalu setelah Pemda KSB mendapat program bedah rumah. Dalam program ini ada honor untuk petugas pendamping di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten. HPS ditugaskan untuk membuat semua administrasi penerimaan honor lalu mengundang semua petugas pendamping tersebut guna dimintai tanda tangannya. Bukti tandatangan petugas inilah yang dimanipulasi seolah-olah sudah menerima honor. Dan dijadikan tandatangan ini juga untuk kelengkapan permohonan pencairan anggaran. Petugas pendamping tidak mengetahui adanya honor dimaksud, sebab mereka diundang untuk kegiatan berbeda bukan terkait penerimaan honor. Tersangka HN ikut tersangkut masalah honor ini. Sebagai bendahara pengeluaran yang seharusnya menyerahkan honor itu kepada bidang yang berwenang, justru diberikan kepada HPS. Terhadap kasus ini negara dirugikan sebanyak Rp 600 juta. (JEN/SR)

CAPTION: Kasi Pidsus Iwan Kurniawan Baru

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Begal Motor Tewas Dihakimi Massa

No More Posts Available.

No more pages to load.