“Terima Kasih Sumbawa Telah Menerima dan Menjaga Kami”

oleh -2 views

SUMBAWA BESAR, SR (27/01/2016)

Saling kenal dan bersahabat, itulah yang terjalin pada ASEAN University Youth Summit (AUYS) 2016 yang dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa, 25—27 Januari 2016. Saat menjelang perpisahan dengan berakhirnya AUYS, banyak kenangan manis yang tak terlupakan. Bahkan keramahtamahan dan budaya Sumbawa membuat berkesan para tamu dari berbagai negara di ASEAN ini. Karenanya AUYS bukan hanya sebuah konferensi tapi ajang untuk mempererat hubungan antar negara di ASEAN.

Namthan Hemmaphatsiri dari Rangsit University Thailand, mengaku baru pertamakali berkunjung ke Indonesia. Namun keramahtamahan yang ditunjukkan masyarakat Sumbawa sudah mewakili masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Masyarakat Sumbawa menerima mereka dengan baik. ‘’Thankyou Sumbawa for taking care of us (terimakasih Sumbawa karena telah menjaga serta menerima kami),” ucapnya kepada SAMAWAREA.

Menurutnya, semua tahapan kegiatan AUYS yang dilaksanakan di Sumbawa sangat menyenangkan. Banyak hal unik yang dijumpai seperti memerah susu sapi, membuat permen susu, dan menonton pacuan kuda dengan joki ciliknya. “Kami belum menemukan hal seperti ini di Thailand,” imbuhnya.

Delegasi Thailand dan Malaysia
Delegasi Thailand dan Malaysia

Ungkapan senada disampaikan Alyssa Danielle B. Cruz, perwakilan dari De La Salle university, Dasmarinas Philipina. Ia mengaku sangat berkesan dengan keramahtamahan masyarakat Sumbawa. “Kami sangat berkesan,” ungkapnya. Ia menilai semua kegiatan dalam AUYS 2016 ini sangat bagus dan diakomodasi dengan baik. Selaku pihak yang nantinya akan menjadi tuan rumah pada AUYS 2017 mendatang, tentu akan mempersiapkannya dengan matang agar pelaksanaannya dapat lebih bagus dari saat ini. Sebab, kegiatan ini juga untuk memperkuat hubungan antar negara di ASEAN. Karena dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), semua negara di ASEAN harus kuat.

Baca Juga  LLK Sumbawa Buka Pelatihan Operator Alat Berat dan AC
Wartawan SAMAWAREA bersama Nurma (tengah) dan Yati--delegasi UUM Malaysia
Wartawan SAMAWAREA bersama Nurma (tengah) dan Yati–delegasi UUM Malaysia

Sementara Yati dari Universitas Utara Malaysia (UUM) mengaku sangat betah berada di Sumbawa. Selain kondisi alamnya tidak jauh beda dengan Malaysia, juga Ia merasakan ada yang beda dan sangat berkesan berada di Tana Intan Bulaeng ini. “Kami disambut dengan ramah seperti saudara, sehingga kami merasa berada di rumah sendiri,” akunya.

Sebenarnya ia dan teman-teman lainnya dari UUM, ingin sekali berlama-lama berada di Sumbawa karena dari informasi mahasiswa Sumbawa masih banyak destinasi yang membuat mereka lupa kampung halaman. Seperti Pulau Moyo dengan air terjun Mata Jitunya yang sudah disambangi selebritis dunia salah satunya mendiang Lady Diana. Belum lagi Dangar Ode yang merupakan pulau kecil yang dikelilingi pasir putih. “Ini saya tahu dari buku yang dibagikan saat konferensi kemarin,” ujarnya.

Nurma rekannya, juga merasakan hal yang sama. Nurma justru lebih dekat dengan Sumbawa, sebab ayahnya Abdul Malik alias Harno adalah putra asli Sumbawa Taliwang. Dara manis inipun berencana akan balik lagi ke Sumbawa bersama keluarganya, tentunya akan menikmati keindahan alam Sumbawa termasuk KSB sebagai tana kelahiran orang tuanya. “Insya Allah, saya balik lagi,” imbuhnya.

Mengenai pelaksanaan AUYS di Sumbawa, baik Yati maupun Nurma angkat jempol. Panitia pelaksana dalam hal ini Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) sangat professional dalam menggelar kegiatan dan mereka sangat menikmatinya. Pastinya dari pertemuan mahasiswa se ASEAN akan melahirkan sebuah kebijakan yang menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi negara-negara ASEAN. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD