Sambut AUYS 2016, Arena Pacuan Kuda “Angin Laut” Bergolak

oleh -54 views

Perkenalkan Maen Jaran dan Joki Cilik ke Mahasiswa ASEAN

SUMBAWA BESAR, SR (24/01/2016)

Arena Pacuan Kuda Angin Laut Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara, kembali bergolak. Suara riuh rendah penonton di tribun utama kembali menggema setelah kuda favoritnya terpacu untuk menjadi yang tercepat mencapai garis finish. Biasanya event pacuan kuda tradisional atau yang dikenal dengan Maen Jaran ini rutin dilaksanakan setiap tahun pada Bulan April atau Mei. Namun kali ini event yang sudah menjadi ikon wisata Sumbawa tersebut dilaksanakan pada bulan ini tepatnya 24—26 Januari 2016. Pasalnya event berhadiah seratusan juta rupiah itu dilaksanakan dengan memanfaatkan moment ASEAN University Youth Summit (AUYS) ke-2 atau pertemuan mahasiswa se ASEAN yang dipusatkan di Kabupaten Sumbawa. Hal ini sesuai dengan tujuan perlombaan, selain mengobati kerinduan para pecinta kuda pacuan, juga untuk memperkenalkan Maen Jaran yang menjadi salah satu budaya Sumbawa kepada masyarakat ASEAN khususnya para mahasiswa dari berbagai negara yang mengikuti AUYS hingga 27 Januari mendatang. Budaya yang sudah turun temurun dan tetap dilestarikan ini terbilang unik dan berbeda dari pacuan kuda di daerah lainnya bahkan satu-satunya di dunia. Sebab jokinya adalah bocah yang berumur 5-10 tahun. Saat menunggang kuda, joki cilik ini terlihat enjoy meski tidak dilengkapi pelana dan kudanya berlari sangat kencang.

Kuda AUYS 1Sedikitnya 150 ekor kuda mengikuti perlombaan pacuan kuda tersebut dan terbagi di 13 kategori (Klas). Sebagian dari kuda ini adalah para jawara yang pernah beberapa kali meraih podium utama di setiap event. Sebut saja Soimah di Klas Pemula, Kota Hitam di Klas TK, Putri Salju di Klas OB, Payung Mas di Harapan A, King Ramadhan (Harapan B), Bintang Nagari di Tunas C, Gadis Villa dan Angin Laut (Dewasa B dan C).

Baca Juga  Komisi I DPRD KSB Dukung Pemenuhan SPM Dikdas

Pada babak penyisihan Ren I, Regen Junior menjadi pembuka kemenangan. Saat box start dibuka kuda milik Anan Lengas ini bersaing ketat dengan Pangeran milik Iwan Serading dan Marlboro Junior (Hasan Baru Tahan) serta tiga kuda lainnya yaitu Bintang Film, Layar Bolong dan Raisya. Memasuki tikungan kedua, kuda berbulu hitam ini berhasil lepas dari kejaran dua pesaingnya hingga akhirnya mencapai garis finish. Ren II, Ronaldo menjadi yang tercepat. Kuda milik Imam Desa Baru ini mengalahkan dua kuda unggulan, Laskar Tambora dan Bidadari Villa. Berlanjut ke Ren III, Cita Citata kembali mengulang sukses seperti event sebelumnya. Meski sempat bersaing ketat dengan dua kuda lainnya, Gadis Brang Kolong dan Cahaya Maras, namun kuda milik Adinda Karang Cemes ini selangkah lebih cepat menginjak garis finish.

Kuda AUYS 2Gegap gempita penonton semakin semarak. Kejar Untung—kuda kesayangan Koko asal Sabang, yang sempat tertinggal mampu mengejar Cristal Putih dan Sabhara yang berada di urutan pertama dan kedua. Seperti namanya, kuda ini beruntung setelah dua kuda saingannya terseok-seok dan melambat ketika melewati tikungan keempat. Ren V tak kalah serunya dari ren-ren lainnya. Enam ekor kuda bersaing mencapai garis finish. Ternyata Istri Muda—kuda pacuan milik Rio Elpatih Lopok menjadi yang tercepat setelah mengalahkan Gotik (Goyang Itik) dan Kejar Untung 2. Terakhir Ren VI. Siha Malaysia menjadi penutup kemenangan di Klas Pemula setelah mengkadaskan ambisi Romusha dan Soimah. Setelah Klas Pemula ini, masih ada beberapa klas yang diperlombakan pada hari pertama ini. Yaitu Klas TK, OA, OB, Harapan A, Harapan B, Dewasa A, B, C dan D.

Baca Juga  SAAT JAYA Ucapkan Selamat dan Doakan HUSNI MO
H Ahmad, Ketua Panitia Pacuan Kuda Angin Laut
H Ahmad, Ketua Panitia Pacuan Kuda Angin Laut

Ketua Panitia Pelaksana, H Ahmad didampingi Lukman dan drh Ahmad Usman, mengatakan, perlombaan pacuan kuda tradisional ini digelar untuk mempromosikan budaya Sumbawa, selain ajang hiburan dan latihan. Event ini sengaja dilaksanakan untuk menyambut ratusan mahasiswa AUYS dari berbagai negara ASEAN atas undangan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) untuk menggelar pertemuan di Kabupaten Sumbawa. Apalagi di dalam randwon acara AUYS ini, pacuan kuda (Maen Jaran) di Kerato Angin Laut ini menjadi salah satu destinasi yang akan dikunjungi dan dinikmati para peserta AUYS. “Intinya kami ingin memperkenalkan budaya Sumbawa yang unik ini, agar ketika mereka pulang ke negaranya, sajian itu akan dikenang dan menjadi cerita. Bisa juga menjadi daya tarik untuk mereka kembali lagi ke Sumbawa sebagai wisatawan,” pungkasnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.