Dokter Selvi “Digoyang”

oleh -23 views

SUMBAWA BESAR, SR (21/01/2016)

Pasca Pilkada Sumbawa, jabatan Direktur RSUD Sumbawa kini banyak dilirik. Artinya posisi dr Selvi mulai digoyang. Bahkan diisukan jika dr Selvi akan menjadi penumpang dalam gerbong mutasi perdana pemerintahan Husni-Mo (HM Husni Jibril—Drs H Mahmud Abdullah). Keinginan untuk mendongkel dokter muda lajang ini dari jabatannya sebagai Direktur RSUD ini sudah menjadi pembicaraan hangat di jajaran RSUD. Tersiar kabar jika dokter yang sudah menjabat selama dua tahun tersebut, kurang begitu disenangi jajarannya. Selain dikenal sebagai pejabat ego juga bersikap otoriter. Namun sebagian lainnya mendukung sikap dr Selvi karena ketegasannya dalam menerapkan aturan. Pasalnya untuk memimpin RSUD harus figur yang bertangan besi.

Terhadap informasi itu dr Selvi menanggapinya dengan tertawa. Menurutnya, ia tidak mungkin membuat orang semua menyukainya, dan pasti ada yang benci dan tidak setuju dengan apa yang dilakukannya selama menjadi Direktur RSUD. Baginya dalam melaksanakan tugas, ia fokus pada aturan main, menegakkan aturan dan tidak boleh dilanggar. “Saya tidak mungkin memaksakan diri melakukan sesuatu agar orang menyukai saya padahal yang dilakukan itu melanggar aturan. Masalah senang atau tidak itu tidak penting, yang penting bagaimana RSUD Sumbawa ini menjadi lebih baik dari sebelumnya,” tukas dr Selvi kepada SAMAWAREA, Rabu (20/1) kemarin.

Ketika tindakannya dianggap otoriter, Selvi mengaku memiliki otoritas sebagai pimpinan di RSUD. Ketika aturan mewajibkan apel pagi dan perawat harus memiliki ijin perawat, tidak ada alasan untuk tidak diterapkan. Ia tidak akan main-main ketika hal itu menyangkut undang-undang. Bagi yang bekerja dengan baik pasti ada reward dan yang melanggar akan menerima sanksi. “Saya tidak pernah membuat kebijakan tanpa payung hukum,” tegasnya.

Baca Juga  Gubernur: Jangan Khawatir, Tiga Gili Tetap Aman

Mengenai isu mutasi atas dirinya, dr Selvi tidak mempermasalahkan dimana pun dia ditempatkan. Ketika pemerintah memintanya untuk pindah, akan diterima dengan senang hati sebagaimana dia sebelumnya diperintahkan dari puskesmas untuk menduduki jabatan Direktur RSUD Sumbawa. Ia meyakini bupati pasti memiliki kebijakan dan pandangan sendiri terhadap kinerjanya. Ketika dianggap kurang bagus kemudian dipindahkan, tidak ada alasan untuk menolaknya. “No problem, karena saya merasa tidak ada kepentingan saya di sini kecuali membuat rumah sakit ini menjadi lebih baik,” tandasnya.

Ia menyatakan jabatan itu bukan hal yang utama, tapi ketika dipercaya akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan mengacu pada aturan yang ada. “Kenapa harus risau, jabatan itu bukan hal yang abadi, bisa pergi dalam waktu singkat dan bisa bertahan dalam waktu lama. Dimana pun kita ditempatkan tunaikanlah tugas itu dengan baik dan benar,” pungkasnya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD