Bantuan Tanggap Darurat “Pesawat Hilang” Diusut Polisi

oleh -6 views

SUMBAWA BESAR, SR (21/01/2016)

Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa tengah mengusut kasus dugaan penyimpangan penggunaan dana tanggap darurat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa.

Dana tersebut dialokasikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Tahun 2014 lalu sebesar Rp 234 juta yang diperuntukkan bagi pencarian Pesawat Latih Liberty XL2 yang hilang di Perairan Pulau Moyo dan hingga kini pilot dan mahasiswa latih belum ditemukan. Untuk mengungkap dugaan penyimpangan ini, penyidik Tipikor memanggil dua orang pejabat BPBD Sumbawa yakni Abdul Rauf S.Sos selaku Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan, dan Didi Rahmansyah S.AP sebagai Bendahara Pengeluaran. Keduanya diperiksa selama hampir 3 jam mulai pukul 09.00 hingga 13.00 Wita.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi SAMAWAREA melalui Kasat Reskrim, AKP Tri Prasetiyo, Kamis (21/1), mengatakan, penanganan dugaan ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyebutkan BPBD mendapat bantuan dana dari BNPB sebesar Rp 234 juta untuk pencarian pesawat latih yang jatuh dan hilang di Perairan Pulau Moyo. Dalam pelaksanaannya diduga ada penyimpangan. Untuk mencari kebenaran informasi tersebut, pihaknya memanggil sejumlah pihak terkait untuk dimintai klarifikasi. “Kami masih puldata, masalah terbukti atau tidaknya tergantung data dan keterangan yang terhimpun,” jelas Kasat Tri Prasetiyo. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Dua Pembuat SIM Palsu Tertangkap

No More Posts Available.

No more pages to load.