Polisi Kesulitan Proses Kasus Pencurian Ternak di Plampang

oleh -8 views

SUMBAWA BESAR, SR (20/01/2016)

Dua warga Kecamatan Plampang, IS dan AM yang dicurigai warga sebagai pelaku pencurian ternak dan berbuntut pada aksi pembakaran rumah, hingga kini masih diamankan di Polres Sumbawa. Namun polisi masih kesulitan untuk menemukan indikasi bahwa keduanya sebagai pelaku. Sebab belum kesaksian atau alat bukti yang mengarah untuk menetapkan mereka sebagai tersangka. “Kami masih kekurangan bukti sehingga keduanya belum bisa diproses,” ungkap Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK kepada SAMAWAREA, Rabu (20/1).

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala desa dan camat Plampang jika ada masyarakatnya yang merasa kehilangan ternak diminta segera melapor. Demikian dengan warga yang melihat aksi pencurian yang dilakukan Is dan AM diharapkan dapat memberikan kesaksiannya. “Sistem peradilan kita harus jelas baik pelapor maupun kesaksian. Jadi tidak dapat dipaksakan,” kata Kapolres.

Ketika nantinya polisi melepas keduanya, masyarakat pasti protes menganggap polisi tidak memprosesnya secara serius. Padahal masyarakat yang dinilai tidak proaktif untuk memberikan kesaksian. Polisi tidak dapat memproses hanya berdasarkan asumsi, apalagi dugaan yang tidak didukung alat bukti. Ketika dipaksakan harus diproses, maka pihak kejaksaan tidak akan menerima berkas perkara yang diajukan polisi. Karenanya Kapolres berharap masyarakat dapat memahaminya dan tidak menuduh tanpa ada dasar hukum.  Seperti diberitakan, IS dan AM diamankan polisi setelah massa mengepungnya. Keduanya dicurigai warga sebagai pelaku pencurian ternak, menyusul hilangnya dua ekor sapi milik milik Mustami Muin warga Dusun Sejari. Namun sapi itu sudah ditemukan dalam keadaan terikat di belakang KUD Plampang. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Direktur BPR Sumbawa Siap Dibantu Ahli Pidana dari UNRAM

No More Posts Available.

No more pages to load.