Polisi Usut DAK Dinas Diknas Sumbawa 2015

oleh -7 views
Kasat Reskrim, AKP Tri Prasetiyo

Diduga Ada Pungli dan Penyimpangan

SUMBAWA BESAR, SR (18/01/2016)

Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Sumbawa Tahun 2015 lalu yang diperuntukkan bagi 61 sekolah baik SD maupun SMP, diduga bermasalah. Selain dugaan penyimpangan dalam penggunaannya, juga disinyalir terjadi pungutan liar (pungli) pada dana senilai Rp 17,143 Miliar ini. Saat ini dugaan tersebut ditangani menyusul adanya laporan tertulis yang diterima penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, belum lama ini.

Dari laporan itu menyebutkan bantuan DAK ini dialokasikan bagi pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan rehab ruang kelas. Masing-masing sekolah penerima diduga dipungut uang. Untuk pembangunan RKB Rp 3,5 juta per sekolah, sedangkan rehab ruang kelas Rp 500 ribu. Selain itu diduga dinas terkait meminta “jatah” sebesar lima persen dari total keseluruhan dana. Diduga pungutan ini juga dilakukan oknum kepala sekolah lalu disetorkan ke oknum pejabat di Dinas Diknas Sumbawa. Di bagian lain laporan tertulis itu menyebutkan bahwa penetapan sekolah penerima bantuan disinyalir tidak sesuai ketentuan. Paket pembangunan fisik yang bersumber dari APBD 2014 dan 2015 diduga dimonopoli seorang rekanan, yang pemenang tendernya disinyalir dengan cara penunjukkan langsung. Untuk memastikan dugaan ini, Senin (18/1), pihak kepolisian memanggil dua orang kepala sekolah berinisial PJ dan AZ. Keduanya dimintai klarifikasi.

Baca Juga  Ungkap Dugaan SPJ Fiktif Dana Parpol, Jaksa Periksa 28 Saksi

Pemanggilan untuk klarifikasi sejumlah kepala sekolah ini, diakui Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi SAMAWAREA melalui Kasat Reskrim, AKP Tri Prasetiyo. “Ini masih tahap klarifikasi, dan kepala sekolah penerima bantuan akan dipanggil secara bertahap,” pungkasnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.