Polres Sumbawa Awasi Organisasi Sosial dan Data Orang Hilang

oleh -2 views

SUMBAWA BESAR, SR (16/01/2016)

Merebaknya pemberitaan mengenai Gerakan Gafatar—organisasi yang dinyatakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), membuat sejumlah daerah waspada, tidak terkecuali Kabupaten Sumbawa sebagai daerah yang dikenal paling kondusif. Untuk itu jajaran Polres Sumbawa terus melakukan pemantauan intens terhadap gerakan organisasi tertentu.

Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad SIK mengaku telah meminta jajarannya melakukan pengawasan di lapangan. Jika ada kelompok warga yang melakukan kegiatan sosial untuk diperhatikan, diidentifikasi dan dilakukan penindakan. Sejauh dari laporan polsek, belum ada aktivitas organisasi GAFATAR ataupun sejenisnya. Memang diakui Kapolres, pernah ada aktifitas sekelompok warga yang mirip dengan GAFATAR di Kecamatan Maronge pertengahan 2014. Namun kegiatan itu tidak berlangsung lama.

Selain mendata kelompok masyarakat, pihaknya juga mendata sejumlah orang yang dilaporkan hilang. Awal tahun ini sedikitnya dua warga dilaporkan hilang yaitu di Kecamatan Plampang dan laporan kehilangan seorang dokter muda di Kecamatan Lape. Karena tidak menutup kemungkinan orang hilang ini ini bergabung dengan GAFATAR. Karenanya Kapolres menghimbau masyarakat untuk menginformasikan jika ada sekelompok orang yang melakukan aksi sosial sehingga dapat dilakukan pengecekan agar kegiatan itu tidak dijadikan kamuflase. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Presiden Apresiasi Kerja Nyata Babinsa, Tunjangan Dinaikkan