Pembunuh Jamaluddin Lebih dari Satu Orang

oleh -30 views

SUMBAWA BESAR, SR (13/01/2016)

Kasus pembunuhan Jamaluddin (20) warga Dusun Bage Tango Kecamatan Lopok, diperkirakan lebih dari satu orang. Ini terlihat dari banyaknya luka di tubuh korban. Yang menguatkan lagi adalah sejumlah barang bukti yang ditemukan polisi saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Kami menduga kuat pelakunya lebih dari satu orang,” kata Kapolsek Moyo Hilir, IPTU Muaji yang ditemui SAMAWAREA, Rabu (13/1) sore.

Disebutkan Muaji—sapaan akrab mantan Kaur Bin Ops (KBO) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa ini, ada beberapa luka di sekujur tubuh korban di antaranya luka menganga di leher, tengkuk, dan pinggang belakang, serta beberapa luka lebam yang mengindikasikan korban dianiaya oleh beberapa orang.

Hasil olah TKP polisi di lokasi kejadian, menemukan senter, potongan (patahan) kayu sulaiman, dan kayu Jawa (Banten) yang diduga digunakan untuk menganiaya korban. Selain barang bukti ini pihaknya juga mengamankan sepeda motor yang informasinya sempat digunakan untuk membonceng korban pada malam kejadian. Kapolsek Muaji mengaku penyidiknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi di antaranya kakak korban, Randi. Dalam keterangannya, sebelum magrib korban masih terlihat di dalam desa. Randi juga menyatakan bahwa senter yang ditemukan di TKP bukan milik korban. Saksi lainnya, Ikhsan yang merupakan kerabat korban, mengaku sempat melihat korban dibonceng NN melintas di depan Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin. Namun keterangan ini masih disingkronkan dengan keterangan saksi lainnya. Sedangkan pemilik sepeda motor, Dedet, mengakui jika NN sempat meminjam sepeda motornya dan dikembalikan pada tengah malam antara pukul 00.00—01.00 dinihari. Saat ini NN sudah diamankan polisi. NN dijemput dan dibawa ke Polres Sumbawa untuk keselamatan jiwanya mengingat kecurigaan keluarga korban mengarah kepadanya. “Kami harus mengambil langkah cepat agar masyarakat tidak bertindak sendiri padahal kecurigaan itu belum pasti kebenarannya,” ucap Kapolsek Muaji.

Baca Juga  Melawan, Pembegal Motor Ditembak Polisi

Meski demikian pemeriksaan terhadap NN terus didalami, sembari melakukan penyelidikan lapangan dengan petunjuk-petunjuk yang ada. Seperti diberitakan korban ditemukan di dekat Jembatan Ai Puntuk, Desa Serading tepatnya perbatasan antara Kecamatan Moyo Hilir dan Kecamatan Lopok, dalam kondisi mengenaskan dengan leher nyaris putus, punggung dan pinggang belakang terbelah, Selasa (12/1) sekitar pukul 06.30 Wita. Jasad korban pertamakali ditemukan Kadus Ai Puntuk, Syafaruddin yang kemudian menghubungi pihak kepolisian. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD